ALAT-ALAT UCAP
أدوات النطق
DISUSUN
O
L
E
H
SITTI MARWAH DM
F41112255
FAKULTAS ILMU BUDAYA
JURUSAN SASTRA ASIA-BARAT
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat
ALLAH SWT, yang memberikan begitu macam nikmat sehingga penulisan makalah ini dapat
diselesaikan.
Shalawat beriring salam kita kirimkan kepada nabi
Muhammad saw, yang telah memawa kita dari zaman kebodohan menuju zaman islam
yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Makalah ini membahas tentang alat-alat ucap pada manusia yang merupakan tugas mata kulih ‘Fonologi
Bahasa Arab’. Besar harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan banyak
manfaat.
Dalam penyusunan makalah
ini tentunya masih terdapat kesalahan dan
kekurangan, maka dari itu kami sangat mengharapkan masukan dan kritik
yang membangun dari para pembaca. Karena kami menyadari bahwa “ Tiada gading yang
tak retak, tiada lautan yang tak berombak
dan tiada manusia yang tak luput
dari salah dan khilaf”
Sebagai penutup, kami
ucapkan terimakasih kepada bapak Haeruddin, S.S., M.A sebagai pengajar mata
kuliah, serta teman-teman mahasiswa(i) yang ikut membantu kami dalam proses
penyusunan makalah ini, dan semoga bermanfaat.
Makassar September 2012
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
Masalah yang pertama kali
dihadapi oleh sesorang dalam mempelajari bahasa lisan, terutama bahasa asing,
yang dalam pembahasan ini adalah bahasa
Arab ialah masalah ucapannya. Sebelum mempelajari makna berbagai kata dan tata
bahasa yang akan dihadapinya, terlebih dahulu kita harus mengenali bunyi-bunyi yang digunakan di
dalamnya.
Dalam kajian ilmu bahasa
Arab mempelajari bahasa lisan sangatlah penting, hal ini karena kesalahan pada
pengucapan kata, akan berpengaruh pada arti kata tersebut.
Bunyi bahasa dapat
dipelajari dengan berbagai cara: akustik, auditoris, dan fisiologis (artikulatoris). Untuk lebih
jelasnya dalam makalah ini telah dibahas tentang alat-alat ucap pada manusia.
·
Bagaimana
cara membedaan bunyi huruf dalam pengucapan bahasa Arab ?
·
Dimana letak
bunyi huruf yang di keluarkan ?
·
Menjalankan
tugas dan tanggung jawab dari dosen,
·
Dapat mengetahui
‘makhrijul huruf’
·
Dapat mengetahui
perbedaan cara pengucapan
BAB
II
A. PENGERTIAN
Alat ucap adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi dalam pengucapan bunyi bahasa. Organ-organ yang terlibat antara lain
adalah :
- Paru-paru
- Pangkal tenggorok Larynx (الحنجرة)
- Rongga kerongkongan Pharynx (الحاق)
- Langit-langit lunak Velum (الحنق اللين)
- Langit-langit keras Palatum (الصلب الحنق)
- Gusi dalam alveolum (اللثة)
- Gigi Denta (الأسنان)
- Bibir labia (الشفتان)
- Lidah Tongue (اللسان)
Alat- alat ucap akan menghasilkan bunyi, Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis
besarnya terbagi atas 4 macam yakni ;
1. Proses mengalirnya udara
2. Proses fonasi, yaitu lewatnya bunyi dalam
tenggorokkan
3. Proses artikulasi yaitu proses terbentuknya
bunyi oleh articulator
4. Proses oronasal, proses keluarnya bunyi
melalui mulut atau hidung
B. ALAT-ALAT UCAP YANG MENGHASILKAN BUNYI-BUNYI BAHASA (FON)
Artikulator ialah alat-alat
bicara manusia yang dapat bergerak secara leluasa dan dapat menyentuh
bagian-bagian alat ucap yang lain (titik artikulasi) serta dapat membentuk
bermacam-macam posisi. Alat bicara semacam ini terletak di bagian bawah ataur ahang.
artikulator antara lain:
·
bibir bawah
(labium);
·
gigi bawah
(dentum);
·
ujung lidah
(apeks);
·
depan lidah
(front of the tongue);
·
tengah lidah
(lamino);
·
belakang
lidah (dorsum); dan
·
akar lidah.
Titik artikulasi ialah
alat-alat bicara manusia yang menjadi pusat sentuhan dan bersifat statis.
Alat-alat ini terdapat di bagian atas atau rahang atas. Alat-alat ucap yang termasuk
pada bagian ini antara lain:
·
bibir atas
(labium)
·
gigi atas
(dentum);
·
lengkung
kaki gigi atas (alveolum);
·
langut-langit
keras (palatum);
·
langit-langit
lunak (velum); dan
·
fanak tekak
(uvula).
Alat-alat lain yang
dimaksudkan ialah alat bicara selain artikulator dan titik artikulasi yang
dapat menunjang proses terjadinya bunyi bahasa. Yang termasuk alat-alat lain antara
lain:
·
hidung
(nose);
·
rongga
hidung (nasal cavity);
·
rongga mulut
(oral cavvity);
·
pangkal
kerongkongan (faring);
·
katup jakun
(epiglotis);
·
pita suara;
·
pangkal
tenggorokan (laring);
·
batang
tenggorokan (trachea);
·
paru-paru;
·
sekat rongga
dada (diafragma);
·
saraf diafragma;
·
selaput
rongga dada (pleural cavity); dan
·
bronchus.
C. FUNGSI
Alat bicara manusia antara
satu dengan yang lain sanling berhubungan untuk membentuk bunyi bahasa. Dengan
demikian fungsi masing-masing alat bicara kemungkinan ada sangkut pautnya
dengan alat lain. Berikut ini adalah fungsi-fungsi yang dimaksud.
Paru-paru mempunyai tugas bersama
dengan diafragma untuk menghembuskan udara ke luar sehingga menimbulkan bunyi
bahasa. Paru-paru biasa disebut sebagai motor penggerak alat bicara.
Pita suara ini tempatnya di bawah
jakun yang terdiri atas sepasang pita. Di tengah-tengah pita suara ini ada
celah yang bisa melebar dan menyempit. Celah pitsa suara ini lebih dikenal
dengan sebutan glotis. Pita suara manusia dapat berubah-ubah posisinya, antara
lain sebagai berikut ini.
a. posisi
terbuka lebar, Posisi seperti ini tidak menghasilkan bunyi bahasa dart terjadi
pada pernafasan normal saja.
b. posisi agak
menyempit,posisi seperti ini akan menghasilkan bunyi tak bersuara, misalnya:
[p], [t], [k], [c].
c. posisi
menyempit,posisi ini akan menghasilkan bunyi bahasa bersuara, misalnya [b], [d],
[g], [j].
d. posisi
tertutup,posisi ini akan menghasilkan bunyi bahasa hamzah atau glotal stop,
misalnya [h], dan [?].
Di dalam alert ini terdapat pita
suara (vocal cord) yang melintang dari arah depan ke belakang. Dengan demikian
fungsi alat ini ialah untuk meneruskan aliran udara yang berhembus dari
paru-paru ke faring.
Rongga ini terdiri dari empat
komponen yaitu: tulang rawan krikoid, tulang rawan ariteroid, sepasang pita
suara, dan tulang rawan tiroid.
Fungsi alat ini yang utama ialah
meneruskan aliran udara dari Pita suara. Akan tetapi alat ini bisa membentuk
bunyi bahasa hamzah setelah bersentuhan dengar akar lidah (radik) sehingga
bunyi senacam ini disebut bunyi faringal.
Pharynx merupakan rongga yang
tereletak di antara pangkal tenggorok dengan rongga mulut. Dalam pembentukan
bunyi bahasa fungsi utama Pharynx adalah sebagai tabung udara yang akan ikut
bergetar jika pita suara bergetar.
Lidah merupakan salah satu
artikulator yang sangat penting di dalam proses pembentukan bunyi bahasa.
Pentingnya lidah ini bisa dilihat dari bunyi yang dihasilkannya bisa berupa
vokal dan, konsonan. Vokal dihasilkan oleh gerak perpindahan posisi lidah tanpa
bersentuhan tiengan titik artikulasi. Jika gerak-gerak perpindahan posisi ini
bersentuhan dengan titik artikulasi, maka akan menghasilkan bunyi konsonan.
Lidah merupakan alat artikulator
aktif yang terbagai atas beberapa bagian yaitu: pangkal lidah (dorsum), tengah
lidah (medium), daun lidah (Lamina) dan ujung lidah (apex).
Bunyi yang dihasilkan oleh
pangkal lidah disebut bunyi dorsal, bunyi yang dihasilkan oleh tengah lidah
disebut bunyi medio, bunyi yang dihasilkan oleh daun lidah disebut bunyi
laminal, dan bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah disebut bunyi apiko
6. BIBIR
Ada beberapa bunyi bahasa yang dihasilkan oleh sentuhan baik secara langsung atau tidak oleh bibir manusia. Bunyi [p, b] terjadi karena sentuhan antara bibir bawah dengan bibir atas sehingga aliran udara tertahan sebentar. Selanjutnya aliran udara tersebut dihembuskan sampai terdengarnya bunyi tersebut. Bunyi [p,b] dalam fonetik disebut bunyi bilabial, sebab terjadi karena sentuhan kedua bibir yaitu bibir atas dan bibir bawah. Selain itu, kedua bunyi itu dapat dinamai stop bilabial. Bibir merupakan alat artikulasi yang berfungsi sebagai penjaga pintu mulut. Bibir terdiri atas dua bagian yaitu bibir atas dan bibir bawah.
Ada beberapa bunyi bahasa yang dihasilkan oleh sentuhan baik secara langsung atau tidak oleh bibir manusia. Bunyi [p, b] terjadi karena sentuhan antara bibir bawah dengan bibir atas sehingga aliran udara tertahan sebentar. Selanjutnya aliran udara tersebut dihembuskan sampai terdengarnya bunyi tersebut. Bunyi [p,b] dalam fonetik disebut bunyi bilabial, sebab terjadi karena sentuhan kedua bibir yaitu bibir atas dan bibir bawah. Selain itu, kedua bunyi itu dapat dinamai stop bilabial. Bibir merupakan alat artikulasi yang berfungsi sebagai penjaga pintu mulut. Bibir terdiri atas dua bagian yaitu bibir atas dan bibir bawah.
BAB
III
PENUTUP
1. Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya
terbagi atas 4 macam :
a.
Proses
mengalirnya udara
b.
Proses
fonasi, yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokkan
c. Proses
artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh articulator Proses
oronasal, proses keluarnya bunyi melalui mulut atau hidung
2. Ada tiga macam alat-ucap yang perlu untuk menghasilkan
suatu bunyi-ujaran, yaitu:
a.
Udara yang
dialirkan keluar dari paru-paru.
b.
Artikularlatot
: bagian dari alat ucap yang dapat digerakkan atau di geserkan untuk menimbulkan suatu bunyi.
c.
Titik
artikulasi : ialah bagian dari alat-ucap yang menjadi tujuan sentuh
dariartikulator.
3. Artikulator / alat ucap bawah teridiri dari:
a. ujung lidah
b. depan lidah
c. tengah lidah
d. belakang lidah
e. bibir bawahTitik
4.
artikulasi/ alat-alat ucap atas terdiri dari:
a.
gigi
b.
langit-langit gigi (aveolum)
c.
langit-langit keras (palatum
d.
langit-langit lunak (velum)
e.
anak tekak (uvula)
f.
bibir atas
DAFTAR PUSTAKA
-
Tata Bahasa Indonesia oleh Dr. Gorys Keraf, Cetakan Kesepuluh, 1984


