Jumat, 30 Januari 2015

TUGAS FONOLOGI BAHASA ARAB "ALAT-ALAT UCAP"

ALAT-ALAT UCAP

أدوات النطق



DISUSUN

O
L
E
H

SITTI MARWAH DM

F41112255

FAKULTAS ILMU BUDAYA
JURUSAN SASTRA ASIA-BARAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR


KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, Puji  syukur kita panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, yang  memberikan begitu macam nikmat  sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan.
Shalawat  beriring salam kita kirimkan kepada nabi Muhammad saw, yang telah memawa kita dari zaman kebodohan menuju zaman islam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Makalah ini membahas  tentang alat-alat ucap pada manusia  yang merupakan tugas mata kulih ‘Fonologi Bahasa Arab’. Besar harapan kami semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat.

Dalam penyusunan makalah ini tentunya masih terdapat kesalahan dan  kekurangan, maka dari itu kami sangat mengharapkan masukan dan kritik yang membangun dari para pembaca. Karena kami menyadari bahwa “ Tiada gading yang tak retak, tiada lautan yang tak berombak  dan tiada manusia yang tak  luput dari salah dan khilaf”

Sebagai penutup, kami ucapkan terimakasih kepada bapak Haeruddin, S.S., M.A sebagai pengajar mata kuliah, serta teman-teman mahasiswa(i) yang ikut membantu kami dalam proses penyusunan makalah ini, dan semoga bermanfaat.

Makassar  September 2012


Penyusun


BAB I

PENDAHULUAN


Masalah yang pertama kali dihadapi oleh sesorang dalam mempelajari bahasa lisan, terutama bahasa asing, yang dalam pembahasan  ini adalah bahasa Arab ialah masalah ucapannya. Sebelum mempelajari makna berbagai kata dan tata bahasa yang akan dihadapinya, terlebih dahulu kita  harus mengenali bunyi-bunyi yang digunakan di dalamnya.

Dalam kajian ilmu bahasa Arab mempelajari bahasa lisan sangatlah penting, hal ini karena kesalahan pada pengucapan kata, akan berpengaruh pada arti kata tersebut.

Bunyi bahasa dapat dipelajari dengan berbagai cara: akustik, auditoris,  dan fisiologis (artikulatoris). Untuk lebih jelasnya dalam makalah ini telah dibahas tentang alat-alat ucap pada manusia.

·         Bagaimana cara membedaan bunyi huruf dalam pengucapan bahasa Arab ?
·         Dimana letak bunyi huruf yang di keluarkan ?


·         Menjalankan tugas dan tanggung jawab dari dosen,
·         Dapat mengetahui ‘makhrijul huruf’
·         Dapat mengetahui perbedaan cara pengucapan


BAB II

A.      PENGERTIAN

Alat ucap adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi dalam pengucapan bunyi bahasa. Organ-organ yang terlibat antara lain adalah :
  1. Paru-paru
  2. Pangkal tenggorok Larynx (الحنجرة)
  3. Rongga kerongkongan Pharynx (الحاق)
  4. Langit-langit lunak Velum (الحنق اللين)
  5. Langit-langit keras Palatum (الصلب الحنق)
  6. Gusi dalam alveolum (اللثة)
  7. Gigi Denta (الأسنان)
  8. Bibir labia (الشفتان)
  9. Lidah Tongue (اللسان)

Alat- alat ucap akan menghasilkan bunyi, Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya terbagi atas 4 macam yakni ;
1.  Proses mengalirnya udara
2.  Proses fonasi, yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokkan
3.  Proses artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh articulator 
4.  Proses oronasal, proses keluarnya bunyi melalui mulut atau hidung

B.      ALAT-ALAT UCAP YANG MENGHASILKAN BUNYI-BUNYI BAHASA (FON)


Artikulator ialah alat-alat bicara manusia yang dapat bergerak secara leluasa dan dapat menyentuh bagian-bagian alat ucap yang lain (titik artikulasi) serta dapat membentuk bermacam-macam posisi. Alat bicara semacam ini terletak di bagian bawah ataur ahang. artikulator antara lain:
·         bibir bawah (labium);
·         gigi bawah (dentum);
·         ujung lidah (apeks);
·         depan lidah (front of the tongue);
·         tengah lidah (lamino);
·         belakang lidah (dorsum); dan
·         akar lidah.


Titik artikulasi ialah alat-alat bicara manusia yang menjadi pusat sentuhan dan bersifat statis. Alat-alat ini terdapat di bagian atas atau rahang atas. Alat-alat ucap yang termasuk pada bagian ini antara lain:
·         bibir atas (labium)
·         gigi atas (dentum);
·         lengkung kaki gigi atas (alveolum);
·         langut-langit keras (palatum);
·         langit-langit lunak (velum); dan
·         fanak tekak (uvula).


Alat-alat lain yang dimaksudkan ialah alat bicara selain artikulator dan titik artikulasi yang dapat menunjang proses terjadinya bunyi bahasa. Yang termasuk alat-alat lain antara lain:
·         hidung (nose);
·         rongga hidung (nasal cavity);
·         rongga mulut (oral cavvity);
·         pangkal kerongkongan (faring);
·         katup jakun (epiglotis);
·         pita suara;
·         pangkal tenggorokan (laring);
·         batang tenggorokan (trachea);
·         paru-paru;
·         sekat rongga dada (diafragma);
·         saraf diafragma;
·         selaput rongga dada (pleural cavity); dan
·         bronchus.




                        

C.       FUNGSI

Alat bicara manusia antara satu dengan yang lain sanling berhubungan untuk membentuk bunyi bahasa. Dengan demikian fungsi masing-masing alat bicara kemungkinan ada sangkut pautnya dengan alat lain. Berikut ini adalah fungsi-fungsi yang dimaksud.

Paru-paru mempunyai tugas bersama dengan diafragma untuk menghembuskan udara ke luar sehingga menimbulkan bunyi bahasa. Paru-paru biasa disebut sebagai motor penggerak alat bicara.

Pita suara ini tempatnya di bawah jakun yang terdiri atas sepasang pita. Di tengah-tengah pita suara ini ada celah yang bisa melebar dan menyempit. Celah pitsa suara ini lebih dikenal dengan sebutan glotis. Pita suara manusia dapat berubah-ubah posisinya, antara lain sebagai berikut ini. 

a.  posisi terbuka lebar, Posisi seperti ini tidak menghasilkan bunyi bahasa dart terjadi pada pernafasan normal saja.
b.  posisi agak menyempit,posisi seperti ini akan menghasilkan bunyi tak bersuara, misalnya: [p], [t], [k], [c].
c.  posisi menyempit,posisi ini akan menghasilkan bunyi bahasa bersuara, misalnya [b], [d], [g], [j].
d.  posisi tertutup,posisi ini akan menghasilkan bunyi bahasa hamzah atau glotal stop, misalnya [h], dan [?].

Di dalam alert ini terdapat pita suara (vocal cord) yang melintang dari arah depan ke belakang. Dengan demikian fungsi alat ini ialah untuk meneruskan aliran udara yang berhembus dari paru-paru ke faring.

Rongga ini terdiri dari empat komponen yaitu: tulang rawan krikoid, tulang rawan ariteroid, sepasang pita suara, dan tulang rawan tiroid. 

Fungsi alat ini yang utama ialah meneruskan aliran udara dari Pita suara. Akan tetapi alat ini bisa membentuk bunyi bahasa hamzah setelah bersentuhan dengar akar lidah (radik) sehingga bunyi senacam ini disebut bunyi faringal.

Pharynx merupakan rongga yang tereletak di antara pangkal tenggorok dengan rongga mulut. Dalam pembentukan bunyi bahasa fungsi utama Pharynx adalah sebagai tabung udara yang akan ikut bergetar jika pita suara bergetar.

Lidah merupakan salah satu artikulator yang sangat penting di dalam proses pembentukan bunyi bahasa. Pentingnya lidah ini bisa dilihat dari bunyi yang dihasilkannya bisa berupa vokal dan, konsonan. Vokal dihasilkan oleh gerak perpindahan posisi lidah tanpa bersentuhan tiengan titik artikulasi. Jika gerak-gerak perpindahan posisi ini bersentuhan dengan titik artikulasi, maka akan menghasilkan bunyi konsonan.

Lidah merupakan alat artikulator aktif yang terbagai atas beberapa bagian yaitu: pangkal lidah (dorsum), tengah lidah (medium), daun lidah (Lamina) dan ujung lidah (apex).

Bunyi yang dihasilkan oleh pangkal lidah disebut bunyi dorsal, bunyi yang dihasilkan oleh tengah lidah disebut bunyi medio, bunyi yang dihasilkan oleh daun lidah disebut bunyi laminal, dan bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah disebut bunyi apiko

6.       BIBIR
Ada beberapa bunyi bahasa yang dihasilkan oleh sentuhan baik secara langsung atau tidak oleh bibir manusia. Bunyi [p, b] terjadi karena sentuhan antara bibir bawah dengan bibir atas sehingga aliran udara tertahan sebentar. Selanjutnya aliran udara tersebut dihembuskan sampai terdengarnya bunyi tersebut. Bunyi [p,b] dalam fonetik disebut bunyi bilabial, sebab terjadi karena sentuhan kedua bibir yaitu bibir atas dan bibir bawah. Selain itu, kedua bunyi itu dapat dinamai stop bilabial. Bibir merupakan alat artikulasi yang berfungsi sebagai penjaga pintu mulut. Bibir terdiri atas dua bagian yaitu bibir atas dan bibir bawah.



BAB III

PENUTUP



1.       Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya terbagi atas 4 macam :
a.       Proses mengalirnya udara
b.       Proses fonasi, yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokkan
c.      Proses artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh articulator Proses oronasal, proses keluarnya bunyi melalui mulut atau hidung

2.  Ada tiga macam alat-ucap yang perlu untuk menghasilkan suatu bunyi-ujaran, yaitu:
a.       Udara yang dialirkan keluar dari paru-paru.
b.       Artikularlatot : bagian dari alat ucap yang dapat digerakkan atau di geserkan untuk menimbulkan suatu bunyi.
c.       Titik artikulasi : ialah bagian dari alat-ucap yang menjadi tujuan sentuh dariartikulator.

3.       Artikulator / alat ucap bawah teridiri dari:
a.       ujung lidah
b.       depan lidah
c.       tengah lidah
d.        belakang lidah
e.        bibir bawahTitik

4.       artikulasi/ alat-alat ucap atas terdiri dari:
a.       gigi
b.       langit-langit gigi (aveolum)
c.       langit-langit keras (palatum
d.       langit-langit lunak (velum)
e.       anak tekak (uvula)
f.        bibir atas



DAFTAR PUSTAKA


-        http://google.com
-        http://wikipedia.com
-        http://tatabahasa.tk
-        http://wikibooks.com

-        Tata Bahasa Indonesia oleh Dr. Gorys Keraf, Cetakan Kesepuluh, 1984
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar