Rabu, 18 Februari 2015


Mengapa rindu datang di saat yang sebenarnya tidak diharapkan. Rindu yang datang, masih sama. Tak berubah. Tak berbeda. Membuat diri ini menjadi tersiksa karenanya. Membuat diri ini tak jarang jadi sulit menggunakan logika dengan benar. Huh… Aku lelah :( Lelah terus merindu seperti ini.

Walau aku sangat paham, begini jauh lebih baik. Ya… Setidaknya seperti ini lebih baik. Seperti setiap kenangan yang sudah aku lepaskan. Perlahan dan pasti aku bisa merasakan… Satu persatu mulai beranjak pergi dari sisiku. Dan mungkin akan ada saatnya semua menjadi bersih. Meski nanti hanya tersisa serpihan kecil saja, bolehkah tetap aku simpan untuk aku kenang?

Entah hari-hari ini mereka melaluinya bersama dengan siapa. Kadang aku menjadi peduli dan ingin tahu. Tapi tak jarang aku menjadi pura-pura acuh terhadap itu semua. Hanya mencoba membuat pertahanan kecil untuk hatiku kalau-kalau mereka ternyata berhasil melukai hatiku lagi. Semoga tidak lagi. Semoga tidak ada lagi luka yang mereka buat di atas hatiku.

Namun yang pasti saat ini… Aku benar-benar merindukan mereka. Sangat :'(

****





Percayalah wa……… bahwa tak semua yang kamu anggap baik itu baik pula di hadapan-Nya. Begitupun sebaliknya, sesuatu yang kamu anggap buruk belum tentu buruk di hadapan-Nya.
Terkadang manusia terlalu banyak menuntut ingin ini ingin itu.  selalu merasa Allah tidak sayang jika ada keinginan  yang tak terkabul. Tapi di titik ini, yakin dan percaya bahwa yang Allah telah tetapkan itu pasti yang terbaik.

Semua hanyalah masalah hati……… Biarkan hatimu ikhlas dan qonaah dengan segala ketetapan yang ada, itu sudah cukup untuk membuatmu bahagia.
Terdengar klise memang,,,,,, gampang ngomongnya tapi aplikasinya susah. Maka disitulah makna ujian dan cobaan terungkap. kamu tidak akan pernah bisa menjalani semua ini dengan ikhlas jika kamu tidak pernah melewati masa-masa ujian dan cobaan yang berkali-kali membuat jatuh. Setelah melewati semua itu, yakinlah kesabaran,,,,keikhlasan,,, dan rasa qonaah,,,, itu akan muncul sendirinya dan menempa menjadi pribadi yang lebih kuat untuk menjalani hidup selanjutnya…….

Ingat  dalam Alquran Allah berfirman bahwa kamu tdk bisa disebut beriman jika tidak dicoba lebih dulu.   ketika merasa kesabaran berada di ambang batas, tetaplah berdiri tegap. Sekuat cobaan itu menghempasmu, maka kamu harus dua kali lebih kuat untuk berdiri.

Kamu memang pernah  menjalani hidup dengan cobaan yang bertubi-tubi bahkan mungkin sampai hari ini. Pernah juga berfikir untuk bunuh diri, tapi coba kau katakana pada dirimu “hey wa…. cobaan itu tdk sebesar dengan Tuhanmu yang Maha besar, tidak mungkin DIA memberi cobaan jika tak sanggup kamu pikul, mulailah untuk berjanji untuk berdamai dengan hati. Selalu mencoba menyunggingkan senyum walau hati sedang resah hingga tak dapat dibedakan mana senyum bahagia dan mana senyum kesedihan. Apalagi di hadapan orangtua,  berjanjilah dalam hati seberat apapun cobaan itu, kamu akan tetap tersenyum di hadapannya.  Sudah cukup mereka menangis selama membesarkanmu, saat dunia terkadang tak bersahabat. kamu tidak akan pernah sedikitpun menunjukkan raut kesedihan di hadapannya karena itu hanya akan semakin memberatkan bebannya”.

Di titik ini sadarilah bahwa selama ini kamu terlalu sombong, terlalu menggampangkan banyak hal. Padahal di atas semua itu ada Allah. Manusia hanya bisa berencana tapi Allah jua yang menentukan.  Di titik ini belajarlah bahwa Tidak semua hal bisa kamu ceritakan ke semua orang karena bisa jadi kata-kata itu justru jadi racun buatmu.
Yah, tidak semua harus kamu pamerkan ke orang lain mungkin tentang jabatan, jurusan atau apalah yang bisa menjadi kebanggaanmu. Ada kalanya itu harus kau simpan, melepaskan segala embel-embel yang melekat pada dirimu dengan tidak perlu memamerkannya pada orang lain.

Terakhir.. di titik ini sadarilah bahwa kunci dari semua permasalahan hidup ini adalah "IKHLAS". yapp.. ikhlas dengan apapun yang kamu lakukan atau kau dapat. Hanya dengan ikhlas, hatimu bisa menjadi lebih nyaman. Hanya dengan ikhlas, kau bisa melihat segala permasalahan dari sudut pandang positive.

Ketika cobaan terus menerpamu, percayalah sesungguhnya Allah sedang mengajarmu dan menempamu menjadi pribadi yang bisa lebih ikhlas dan qonaah. Percayalah, hidup ini tak lama kok. Jangan mau dibikin pusing oleh masalah, jangan mau dibuat galau oleh ujian. Jalani saja sesuai TuntunanNYa, selesaikan yang harus diselesaikan, jalani yang harus dijalani, dan yang sangat penting jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya.

 Karena Allah bersamamu.
Akhir-akhir ini nafsu makan ku sangat menurun… Entah karena apa, tapi aku  menduga karena beban psikologis yang aku alami. Perasaan dan pikiranku sedang kacau, ibarat orang yang sedang tersesat di hutan belantara dan tidak ada orang untuk dimintai pertolongan.

Yah, aku serasa tersesat tanpa tau tujuan.  takut memilih salah satu jalan karena khawatir akan sampai pada suatu tempat yang justru semakin menakutkan. Tapi apakah ku harus tetap tinggal disini tanpa harus mencari dan berusaha?

Ya Allah,,, hanya kepadaMu saat ini hamba berserah disaat tak ada tempat untuk bersandar dan menumpahkan segalanya. Aku memang bukan tipe orang yang gampang menceritakan masalah kepada orang lain dan kadang lebih memilih untuk menyimpannya sendiri.

Kadang ku menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu mengambil tindakan tegas. Aku terlalu memcemaskan hal-hal yang akan terjadi nanti padahal hidup untuk hari ini, bukan untuk hari esok.   bahkan tulisan  ini pun aku belum mampu mengungkapkan masalh ini. yahh,, satu-satunya yang bisa ku  lakukan saat ini adalah berusaha tenang dan membiarkan semuanya mengalir, membiarkan waktu menjawab semuanya. Walaupun ku tahu ini tidak menyelesaikan masalah karena suatu saat ku akan memikirkan hal ini lagi.

Jujur, pikiran ini sudah sangat lelah. Di kepala ini tersimpan 1001 masalah.aku tidak bisa menghadapi ini sendiri dan perlu orang lain untuk membawaku keluar dari masalh ini. tapi siapa?? semua tidak sejalan dengan ku, semua tak ada yang bisa mengerti.

Sampai saat ini aku belum bisa merasakan kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan yang bersumber dari-Nya. Kebahagiaan bisa begitu dekat dengan-Nya. Semua yang ku rasakan selama ini hanyalah kebahagiaan semu.

aku takut kalo besok ajal ku tiba, tapi masalah ini belum terselesaikan. "ku takut,,   takut,,  takut" inilah yang selalu ada dalam pikiranku. Padahal tidak seharusnya aku seperti ini karena ada Allah. swt yang selalu ada untukku. aku malu padaNya di saat Dia begitu mencintai ku, aku tak mampu memberikan cinta yang sempurna. aku masih memberikan cinta yang bersyarat. Lalu harus kah ku terus begini??? harus kah ku menunggu hujan turun dari langit?

Sulit memang ketika terjadi kesenjangan antara apa yang kita inginkan dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Masalah? ya betul.

Sebenarnya masalah ini hampir semua mengalami, namun tidak semua menyadarinya atau bahkan mungkin menyadari tapi cuek saja. Bahkan ada pula yang menganggap ini bukanlah suatu masalah. aku juga selalu beusaha berpikir demikian, tapi semakin ku berusaha untuk bersikap demikian semakin dalam pula rasa "tidak enak" yang selalu menghantui pikiran ku.


Berusaha tersenyum walau hati penuh noda serta pikiran yang jenuh. berharap agar ini tidak sampai membuat ku  gila. Selama ini orang2 berpikir bahwa  aku ini sudah sangat kuat tapi sebenarnya itu sangat jauh dari pikiran saya bahwa saya ini ternyata sangat lemah dan sama sekali bukan jiwa pejuang. Betapa saya sangat jauh tertinggal dibanding pejuang-pejuang Allah yang lain.

Aku Menangis Lagi




Ya Allah,  
hari ini berderai lagi air mataku,
Hamba yang terlalu lemah ya Allah,
hamba yang terlalu loyo,
Hamba yang punya mental kerupuk.
Hamba mohon ya Allah,
jangan bebankan pada sesuatu yang tidak bisa hamba pikul,  
jangan biarkan hamba berpaling darimu atas apa yang terjadi ini
Biarlah keterpurukan ini mengajarkan hamba menjadi orang  yang kuat..
Menjadi orang yang tidak gampang menangis.. 

Sekuat hati hamba mencoba tegar dan tak menangis…  
Tapi apa daya, mental dan jiwa ini terlalu lemah
Setegar karang hamba coba untuk berdiri.
Namun,,,,
ombak ini terlalu kuat sehingga membuat pijakanku tumba,
Alangkah indah bila diri ini bisa ikhlas menerima cobaan,   
Alangkah tenang rasa jiwa jika pribadi ini mulai qonaah menerima keadaan,
Alangkah bahagianya jiwa jika rasa dan logika bisa seiya sekata

Berjuang sampai maximal itu sebuah keharusan,
Berjuang hingga titik penghabisan adalah sebuah kerja yang indah.
Namun,  setiap perjuangan tidak selalu berakhir indah…..
Terkadang ada hal-hal yang ku perjuangkan
ternyata berakhir tragis dengan penuh tangis
Tapi... Itulah hidup,  hidup Yang sebenarnya hanya sebentar akan kita pijak
kehidupan dengan segala warnanya..
Sedih-gembira,  suka-duka,  baik-buruk,  siang-malam………..
Allah sudah menuliskan semuanya dalam lauh mahfudz…
Semua sudah ditakdirkan,

Kata Allah hidup ini hanya tempat bersenda gurau………
Hidup ini hanya sementara…… Jadi mengapa ku harus menangisinya?
Bukankah kehidupan di alam sana yang perlu ku tangisi?
namun entah mengapa hamba terkadang merasa bahwa diri inilah yang paling susah,,,
Terkadang hamba merasa paling merana, paling berduka..
Padahal…  diluar sana, begitu banyak orang yang untuk makan saja susah.
Satu hal yang mungkin lupa hamba syukuri,
bahwa Allah telah banyak sekali mengabulkan doa-doaku,
tapi mengapa saat sekali saja Allah tidak mengabulkan,  
aku merasa ingin menyalahkan-Nya.
Padahal setiap manusia itu punya ujian masing-masing
dan Allah takkan menguji diluar batas kesanggupannya.

Mungkin sudah saatnya 
aku  mulai belajar ikhlas,
Sudah saatnya aku  mengikhlaskan ini semua,
Sambil terus berjuang hingga poin terakhir.
Satu yang harus aku persiapkan adalah mental dan iman………..

Hari ini terbukti bahwa imanku masih sangat lemah,  
Mentalku masih serapuh kerupuk goreng..
Yang dengan disentil sedikit saja oleh Allah, rasanya dunia sudah mau kiamat…..
Padahal setiap ujian dan cobaan,  
menyimpan beribu2 hikmah yang siap untuk dipetik….
Apakah ada yang paling indah selain yang telah ditetapkan oleh-Nya?  
ku yakin tidak ada..

Hadapilah semua ini dengan mengerahkan seluruh potensi terbaik..
Kerahkan seluruh kekuatan untuk meraih yang kita impikan,,
Hidup ini memang terasa sangat sulit,  Terasa sangat berat,
Namun, Allah tidak pernah tidur bukan?
ALLAH itu senantiasa mendengar doa hamba2nya,  
Mendengar segala keluh kesah ku,
Melihat sejuh mana kesbaran ku.
Mnusia biasa memang terkadang berada di luar kendali………
Ketika asanya sudah di titik nadir,,, Manusia terkadang lupa 
bahwa apa yang dihirupnya sekarang adalah oksigen pemberian-Nya,,
Manusia terkadang tak ingat atau pura2 lupa 
bahwa nyawa yg ia pakai sekarang itu pemberian siapa

Dari ujian dan cobaan ini 
ku mencoba introspeksi diri
Bahwa diri ini masih sangat lemah,
Masih sangat rapuhMasih sangat kriuk..
Berharap Allah yang Maha kuasa mau mengampuni semua kesalahanku,
Mau menemaniku di setiap duka dan nestapa,
Berharap Allah tak meninggalkanku dalam kesendirian ini………….

BUKAN UKURAN


Yang  kaya punya segalanya
Yang  miskin serba kekurangan
Yang berkulit putih
Yang berkulit hitam
Besar, ataupun kecil
Tua,  ataupun muda
Yang berpangkat tinggi ataupun yang tak berpangkat
Semua bukanlah ukuran.
Kaya harta belum tentu kaya hati
Miskin harta belum tentu miskin ilmu
Kulit putih belum tentu berhati bersih
Kult hitampun belum tentu berhati kotor
Yang tua belum tentu mengetahui semuanya
Yang muda belum tentu tak tahu  apa-apa
Yang  berpangkat belum tentu lebih mulia
Yang tak berpangkat belum tentu hina
Karena semua bukan ukuran
Bukan ukuran kemuliaan seorang insan
Tetapi ketulusan hati, keikhlasan hati
Dan kecintaan dan ketaatannya pada ilahi Robbi