Sebenarnya.... banyak hal yg ingin aku ungkapkan... tnpa harus ku simpan sendiri... tp.. kadang menyimpan smua adalah pilihan terbaik meski harus tersakiti dgn airmata...
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Januari 2016
Jumat, 24 April 2015
Kusebut kamu
hujan, yang aku nyaris gagal memahami perasaanmu, apakah perasaan ini penting
seperti perasaanku penting. aku tak tahu itu, lalu apakah perasaanku penting
bagimu atau tidak. tapi itu yang jelas ini penting bagiku. seperti aku tidak
ingin berada jauh darimu meski aku tahu berada dekat pun tak serta-merta
membuat kita bersatu atau paling tidak, sudah bertemu meski tanpa bahu untuk
bersandar apalagi pelukan erat, ah mungkin tidak penting…. Yang penting
perasaanku selalu ingin menemanimu. karena aku tak bisa berhenti mempertanyakan
apakah Hujan juga ingin kupeluk
(Ade a.k.a
Rindu)
Kamis, 23 April 2015

Ada rasa sesal
yang mulai menyeruak akhir-akhir ini. Memprotesi diri karena luka yang tak
kunjung sembuh. Mungkin seharusnya sejak awal ia berpinta untuk tidak menjumpai
seseorang yang telah menyisakan luka yang menganga. Walau detik selanjutnya, ia
mencoba menepis hal itu untuk melayarkan sisi positif ditiap perjumpaannya.
Tapi, tetap saja luka itu perih, meski telah terbalut perban dengan rapat.
Karena ia ingin berlari dengan kakinya sendiri. Mengurai senyum untuk mengejar
sesuatu yang belum terlihat jelas. Merangkai mimpi-mimpi yang belum utuh, pun
menenun asa yang sempat terurai. Lalu, menikmati setiap suka dan duka yang akan
disuguhkan dari langkah-langkahnya yang sempoyongan. "Karena jatuh,
untuk bangkit."
Bila Air Mata Tak Pupus Jua
Nanar...
Pandangannya
menerawang dari balik jendela kaca. Di luar sana, sang dewi malam masih
bersinar temaram kekuningan. Tak henti memamerkan kecantikan pada setiap
makhluk yang tersentuh cahayanya. Saat itu, dengan tangan gemetar dielusnya
perut yang tampak semakin membesar.
Tak seindah
rembulan, raut wajahnya kuyu dan kusam. Mata pun sembab karena ruah tangisan.
Kepedihan itu masih saja menggurat, membuat tumpukan gundah dan keluh kesah
yang semakin membuncah.
Kekecewaan
jelas menyelubungi jiwa dan raganya. Kenangan itu memang sangat menyakitkan,
karena telah direnggutnya sebuah nilai kesucian. Hati kecilnya berteriak, ingin
berontak. Namun, kenyataan tak mungkin begitu mudah terhapuskan. Lelaki yang
diharapkan mestinya bagaikan Pangeran, ternyata hanyalah seorang durjana. Memetik
sari bunga, kemudian terbang entah kemana.
Berjuta
impian tentang sebuah keluarga perlahan sirna. Mimpi akan kerinduan rumah
mungil yang penuh canda tawa, hanya sekedar khayalan. Hasrat untuk mengukir
jiwa-jiwa suci dan murni seakan tenggelam karena tiadanya pendamping seorang
qawwam. Hari-hari lalu berganti dengan derai tangisan. Memilukan, sehingga
menciptakan serpihan hati yang berserakan di mana-mana.
Perlahan,
dilangkahkan kakinya ke pembaringan. Mencoba sejenak melepaskan lelah jiwa dan
raga. Dipejamkannya mata, namun air bening tak mudah dibendungnya. Air mata itu
mengalir, bahkan membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya. Tubuhnya lemah,
lunglai tiada daya. Di kesenyapan malam isaknya masih terdengar memilukan,
menyiratkan penyesalan akan nasibnya yang telah ditoreh nista.
Esok
menjelang, dan dengan rasa letih ia terjaga saat sinar mentari menerpa raut
wajahnya. Jiwa yang rapuh itu seakan enggan menggerakkan raga. Tak berubah,
tatapan matanya lantas kosong menerawang. Tak pula fitrah sebagai wanita
menyapa kesadarannya akan detak kecil kehidupan di alam rahimnya. Perih itu
masih ada. Luka pun masih menganga. Tanpa kuasa menahan segalanya, kembali air
bening menerobos kelopak mata.
Duhai...
Apalah daya
dirinya, jika kala itu setan telah pula mengambil peran. Sepercik darah yang
mestinya tersaji setelah ikatan suci disimpulkan, tak akan pernah lagi
dihidangkan. Belaian mesra yang diharapkan saat mereguk cinta di malam pertama
pun hanyalah sekedar khayalan.
Aaah...
Indah
harapan terkadang sangatlah berbeda dengan kenyataan. Namun, bila impian itu
selalu saja dipenjara dalam jiwa, apakah ada beda antara keduanya? Penyesalan
yang tiada kunjung usai pun bukankah dapat meranggas keimanan.
Duri tajam
yang pernah menancap di jiwa memang sungguh menyakitkan. Tetapi hidup juga
tidak pernah berhenti pada satu titik persinggahan. Waktu akan selalu
menggulirkan siang dan malam atas titah Sang Pemiliknya. Lalu, mengapa tak usah
hiraukan saja torehannya, bila itu justru akan membuat hidup ini akan jauh
lebih berharga.
Hapuslah air
mata, hentikan juga sedu sedan. Bila akhir sepertiga malam menjelang, hamparkan
sajadah dan ratakan kening di atasnya. Kemudian, tengadahkan telapak tangan
seraya memohon ampunan dalam jutaan butir do'a. Bersimpuh, seraya merenungkan
semua kekhilafan tentu akan lebih menenangkan jiwa.
Sabarlah...
Tiada
seorang jua di dunia yang bersih dari segala dosa dan noda. Pun, masih pula
tersedia banyak lembaran kertas untuk menggoreskan kehidupan yang lebih
bermakna. Tataplah keindahan alam di luar sana, dengar dan rasakan senandung
tasbih serta tahmid yang tak henti dialunkan penghuninya. Belajarlah dari
mereka yang tercipta tidak sempurna seperti manusia, namun tak pernah berkeluh
kesah akan nasibnya.
Semoga…
-Tulisan ini
telah dimuat di buku Sapa Cinta dari Negeri Sakura-
http://abuaufa.multiply.com
#Tsa_BasmaH
Biarkan Seperti Langit
Kubebaskan rinduku membuncah
Menari di atas kepahitan
Menyayat hati yang telah lama diam
Dan kubiarkan ia seperti langit
Tak mampu dilakukan airmata
Maka langkahku yang menjawabnya
Pada sebuah janji seorang insan
Yang kuanggap seperti langit
Kubiarkan diriku mengukuhkan jiwa
Pada setiap pandangan yang tajam
Yang memandangnya tetap biru
Seperti langit yang tetap di sana
Karena tentang kita
Tak mereka ketahui
Hanya aku dan kamu
Karena hati kita
akan tetap seperti langit
Yang setia pada penjagaannya
#Tsa_BasmaH
Entah mengawali lembaran keberapa kisah
persaudaraan ini dimulai. Kisahnya memang saat itu tak terasa, karena
ketidaksengajaan. Lebih tepatnya sih, Allah mempertemukan dengan naskah yang
masih mengabu dalam kisah hidup kami. Yah, karena boleh dikatakan tidak terlalu
istimewa namun value dari masterpiece yang sama-sama kami
kenali dengan sebutan “ukhuwah” itu tak tergantikan. “Ah, lebih baik
katakan saja ‘pertemuan sederhana’, tapi memberi efek luar biasa.”
Bertemu dalam lingkaran yang aku tak pernah
sadari bahwa ia kan hadir mewarnai hariku. Saat dirinya dengan penuh
kehangatannya memintaku untuk tetap berada di mesjid kampus menunggui redahnya
hujan.
Lalu, berganti hari, bulan, dan tahun
menemani pertemuan tersebut walau harus bertolak ke arah yang berbeda,
kebersamaan memang selalu ada. Atas dasar kesibukan yang kerap kali menjamah
diri-diri ini, sehingga pada tiap pertemuan sejenak serasa menjadi pertemuan
terindah. Bahkan melahirkan banyak orang mengagumi gaya kami. Karena
hubungan ini membuncahkan rindu yang mengait jejalinan harap. Hubungan yang
selalu membawa pada haru, membawa pada saling menguatkan satu dengan yang lain.
kembali aku meminta
Ketika aku
lelah...
jangan
lelahkan aku dalam ibadah ku..
ketika aku
Jenuh
Jangan
jenuhkan aku untuk menyebut Asma-Mu..
ketika aku
letih..
jangan
letihkan pula aku akan kewajibanku pada-Mu
kewajibanku
untuk menyembah-Mu
Ketika aku
mulai putus asa...
Jangan buat
aku putus asa akan hidup ini..
Ketika aku
merasa sendiri..
Temani diri
ini dimana diri ini berada...
Hadirkanlah
seorang teman untukku
bukan
seorang "teman"
Dan ketika
aku menangis...
bantu aku
untuk meredakan tangisku..
Ingatkanlah
aku akan janji-Mu
Robbi.. bantu
diri ini supaya kuat..
bantu diri
ini supaya mandiri..
bantu diri
ini agar tak lemah
bantu diri
ini agar tegar..
tegar dalam
menghadapi semua cobaanMU ...
ujianMu..
bantu diri ini
supaya tak tergantung pada hambaMu yang lain
bantu diri
ini untuk ikhlas menerima sgala ketentuanMU
bantu diri
ini supaya bisa dan bisa...
Aamien.....
tanpa ku sadari ternyata begitu tipisnya
mungkin kemarin ku terlalu terlena dg
kegembiraan sehingga allah menegurku dengan ujian iniya allah bila ini adalah
salah satu ujian dalam hidupku agar ku bisa meraih kebahagiaan, berilah hamba
kesabaran untuk melaluinya dan ikhlaskanlah hati ini untuk menjalaninya. jangan
biarkan diri ini terbelenggu oleh nafsu amarah dan emosi sesaat sehingga ku
terlupa kalau aku masih punya engkau ya rabb yang maha mendengar, maha menolonghanya
kepadamu lah hamba bersimpuh, bersujud dan memohon kekuatan hati untuk dapat
melalui ujian ini. hanya kepadamu lah hamba mengaduhanya kepadamu hamba
berlindung dari segala macam keburukan.
ya allah hanya engkaulah yang selalu ada
kapanpun dan dimanapun, di saat ku bahagia maupun dalam kesedihan. tapi
terkadang ku terlupa padamu ya allah di saat ku bahagia dan ku ingat kepadamu
di saat ku bersedih.
Ya allah ampuni hamba ya allah, ampuni diri hamba yg
terlena dan terlupa ini.
Pada Siapa lagi, kalau bukan pada-MU
Robbi...
masihkah pantas aku memanggilmu Allah??
masih pantaskah untuk seorang aku??
Robbi...
masih bolehkah aku bercerita kepadaMU..
masih bolehkah aku menangis kepadaMU..
masih bolekah??
karena aku tak tau kepada siapa lagi...
kepada siapa lagi Robbi...
Tapi Robbi..
aku malu kepadaMu..
aku malu menghadapMU..
aku malu meminta kepadaMu..
aku sungguh malu...
Tapi
kepada siapa lagi aku harus meminta...
Kepada siapa lagi aku harus bersujud...
kepada siapa lagi aku harus bersimpuh ...
Kepada siapa lagi aku harus memohon ...
Illahi...
maafkan khilafku...
maafkan khilafnya...
masihkah pantas aku memanggilmu Allah??
masih pantaskah untuk seorang aku??
Robbi...
masih bolehkah aku bercerita kepadaMU..
masih bolehkah aku menangis kepadaMU..
masih bolekah??
karena aku tak tau kepada siapa lagi...
kepada siapa lagi Robbi...
Tapi Robbi..
aku malu kepadaMu..
aku malu menghadapMU..
aku malu meminta kepadaMu..
aku sungguh malu...
Tapi
kepada siapa lagi aku harus meminta...
Kepada siapa lagi aku harus bersujud...
kepada siapa lagi aku harus bersimpuh ...
Kepada siapa lagi aku harus memohon ...
Illahi...
maafkan khilafku...
maafkan khilafnya...
“Ingin pergi”
Kata itu seolah menggegas
perjalanan panjang yang semestinya masih berlanjut. Setelah bahasaku yang
terkadang sulit dimengerti juga ketidakmengertianku yang berasal dari kebodohanku…
Seolah hendak memangkas waktu,
ujarku saat itu, "Aku ingin memulihkan diri..." Ingin
me-restart hidup kemudian memulai segalanya dengan lebih baik. Bisakah? Karena
tiap detik terus meringkis kesalahan dan kelalaian yang kutemui. Bisa saja ini
kealpaan yang menghambat laku keshalehan dan kema'rufan yang masih sedikit
kugenggam untuk langkah yang kadang tak kusanggupi. Walau akhirnya tetap
menjalani kehidupan ini untuk mendapatkan perhatianNya.
Tentang kehidupan kadang membuatku
mengalah
pada fatamorgana dunia yang tak layak diambil.
"Ah, Rabbi... kalaupun aku harus pergi entah kemana, dengan fitnah dunia
yang terus merengut kehinaan diri, maka aku tak akan jauh. Karena aku akan
tetap memilih pergi, ke sisi seorang, yang tak menyesaki sekitarnya, justru untuk menyempurnakan separuh agama
ini."
#Tsa_Basma
Sabtu, 04 April 2015
Yang ku tahu pasti “KAU begitu mencintaiku "
Di balik
segala duka. . .
tersimpan
hikmah yang bisa kita petik sbg pelajaran,
di balik
segala suka . . .
tersimpan
hikmah yang mungkin bisa menjadi cobaan.
Cobaan dan
ujian . . .
akan
mendekatkan diri kita pd ALLAH
akan
mengajarkan diri kita bagaimana berdo’a,
dan akan
menghilangkan kesombongan, dan rasa bangga (yg berlebihan) pada diri
kita.
Dan ujian
akan mengantarkan kita untuk merasakan cinta-NYA ALLAH,
karena . .
.yg ku tahu pasti “KAU begitu mencintaiku”
Allah memang
luar biasa,
telah
membuat hidup ini seindah pelangi,
ada merah
kuning hijau agar hidup berwarna,
belum puas
bahagia sudah dikasih airmata
belum
selesai nangis udah dikasih bahagia,
seperti
itulah caraMU. . .
dan ku tahu
pasti karena “KAU begitu mencintaiku"
Didalam
cinta ada tiga hal yang selalu tumbuh, Rindu. Senang. Lalu khawatir alias takut kehilangan. Ketiganya menyatu.
Bermula dari kebaikan yang disampaikan, lalu merasuk ke dalam hati. Dan
sebagaimana lazimnya cinta, kebaikan orang itu selalu saja melintas berlari di
kepala. Berharap agar kebaikan-kebaikannya kita rasakan lagi. Seperti mata air
yang segar, jernih airnya, mengalir, menderas, ini yang namanya Rindu, meski
mungkin yang kita rindukan tidak merasakan hal yang sama, tapi cinta datang dan
pergi sesuka hatinya bukan?
Pada
ia yang kita cinta, inginnya tak ada kekhawatiran itu, tak ada kecemasan,
selain kepastian, bahwa ia baik-baik saja. Namun apalah daya, tak semua hal
dalam genggaman kita. Yang kita tahu, kita punya Allah. Tempat menggantungkan segala
urusan, tempat mencurahkan segala kekhawatiran, pun untuk dia yang kita cintai,
meski dia tidak tahu betapa kita mengkhawatirkannya ….
MENDUNG TAK SELALU MENCEKAM
Manusia...
Makhluk sempurna walau dlm hdup ia dapat binasa
Binasa karena harta
Binasa karena cinta
Bukan Manusia bila ia tak pernah mencinta,dan ingin dicinta
Sebab Sang Pencipta tlah Menitipkan rasa itU dgn sempurna...
Dalam hati manusia
Lagi2 bicara cinta,
Bila Cinta bicara,
Hati kan diam memendam asa
JantUng berbagi dEbar dalam segenap gel0ra
0tak akan perintahkan selalu memikirkannya...
Cinta...
Namun...
Tak semua cinta berakhr sempurna
Bak d0ngeng2 zaman dahulu kala,
Ingatlah!
Cinta Manusia tak Abadi
Hanya Cinta pada Sang Ilahi yg Hakiki...
BiarPun Cinta itU PADA HARI INI ENGGAN BERSEMI...
Dan Mendung pada hatimu bergayut seakan bergemuruh dalam gelegar guruh...
Percayalah...
Hujan kan mengikis keseDiHanmu,
Menggerus habis ketidak tULusanmu,
Menggantinya dgn keikhlasan...
Percayalah.....PELANGI ITU ADA SETELAH HUJAN,,
Makhluk sempurna walau dlm hdup ia dapat binasa
Binasa karena harta
Binasa karena cinta
Bukan Manusia bila ia tak pernah mencinta,dan ingin dicinta
Sebab Sang Pencipta tlah Menitipkan rasa itU dgn sempurna...
Dalam hati manusia
Lagi2 bicara cinta,
Bila Cinta bicara,
Hati kan diam memendam asa
JantUng berbagi dEbar dalam segenap gel0ra
0tak akan perintahkan selalu memikirkannya...
Cinta...
Namun...
Tak semua cinta berakhr sempurna
Bak d0ngeng2 zaman dahulu kala,
Ingatlah!
Cinta Manusia tak Abadi
Hanya Cinta pada Sang Ilahi yg Hakiki...
BiarPun Cinta itU PADA HARI INI ENGGAN BERSEMI...
Dan Mendung pada hatimu bergayut seakan bergemuruh dalam gelegar guruh...
Percayalah...
Hujan kan mengikis keseDiHanmu,
Menggerus habis ketidak tULusanmu,
Menggantinya dgn keikhlasan...
Percayalah.....PELANGI ITU ADA SETELAH HUJAN,,
Sabtu, 28 Maret 2015
"Demi dunia yang bahagia aku
ikhlas berjarak dengan cinta.
Kau bersusah-payah di sana, aku
menjamah lelah di sini.
Dan demi akhirat yang
sempurna,
aku ridho seluruh waktu ditukar
dengan rindu.
Kau bersujudlah meski lelah,
tugasku tengadah dalam doa."

Sabtu, 21 Maret 2015
***JODOHKU ADALAH CERMIN DIRIKU***
aku...
aku tak perlu pangeran berkuda putih berhunuskan pedang
yang duduk bangga menunggangi kudanya,
akupun tak perlu pangeran tampan dan gagah
akupun tak perlu pangeran tampan dan gagah
yang jadi impian setiap wanita karena
sempurna fisiknya
aku tak menginginkan putera raja bergelimang harta
aku tak menginginkan putera raja bergelimang harta
yang lupa pada kehidupan kekalnya...
aku...
aku hanya merindukan lelaki shaleh
aku...
aku hanya merindukan lelaki shaleh
yang
siap membimbing tanganku menggapai ridha-Nya,
aku merindukan lelaki shaleh yang teduh wajahnya karena sujudnya
aku merindukan lelaki shaleh yang loyal pada Dien-nya
aku merindukan lelaki shaleh bersahaja serta tak dusta ucapannya...
oleh karena itu...
dengan sekuat tenaga kubuat dirku menyambut kedatanganmu,
dengan mendidik jiwa serta raga-ku dengan tarbiyah
menempa diriku agar kuat setelah hijrah...
semata ingin menyambutmu dalam keridha'an-Nya
berjuang bersama2 menegakkan Kalimah-Nya
bergandengan tangan saling menguatkan dijalan Dakwah
aku merindukan lelaki shaleh yang teduh wajahnya karena sujudnya
aku merindukan lelaki shaleh yang loyal pada Dien-nya
aku merindukan lelaki shaleh bersahaja serta tak dusta ucapannya...
oleh karena itu...
dengan sekuat tenaga kubuat dirku menyambut kedatanganmu,
dengan mendidik jiwa serta raga-ku dengan tarbiyah
menempa diriku agar kuat setelah hijrah...
semata ingin menyambutmu dalam keridha'an-Nya
berjuang bersama2 menegakkan Kalimah-Nya
bergandengan tangan saling menguatkan dijalan Dakwah
demi meneruskan risalah Rasulullah
tercinta...
karena kuyakin jua...
bahwa janji-Nya itu benar adanya tentang pertemuan kita, bahwa...
karena kuyakin jua...
bahwa janji-Nya itu benar adanya tentang pertemuan kita, bahwa...
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” [QS. An-Nur: 26]
karena Pada hakikatnya,
JODOHKU ADALAH CERMIN DIRIKU...
ya Rahman...
perkenankanlah...
@take hikmah...keep hamasah...salam santun ukhuwah Islamiyah@
Jumat, 20 Maret 2015
Cinta..???
sekumpulan merpati berkata padaku
jika cinta itu sesuatu yang paling indah
sebuah perasaan yang tiada artikan sudah
karena cinta perwakilan jiwa gelisah
kemudian barisan semut berucap padaku
jika cinta itu bukan pula surga dunia
karena cinta adalah sebuah prosa
dimana ada dinamika rasa di dalamnya
ada kerinduan yang kita rasakan
ada kecemburuan yang tertekan
juga ada kepedihan serta kegembiraan
yang terbalut menyatu dalam ikrar kesetiaan
dan kini hatiku mampu berkata
jika cinta bukan hanya tawa dan bahagia
dalam cinta kandung luapan jiwa
karena cinta adalah keikhlasan rasa
sekumpulan merpati berkata padaku
jika cinta itu sesuatu yang paling indah
sebuah perasaan yang tiada artikan sudah
karena cinta perwakilan jiwa gelisah
kemudian barisan semut berucap padaku
jika cinta itu bukan pula surga dunia
karena cinta adalah sebuah prosa
dimana ada dinamika rasa di dalamnya
ada kerinduan yang kita rasakan
ada kecemburuan yang tertekan
juga ada kepedihan serta kegembiraan
yang terbalut menyatu dalam ikrar kesetiaan
dan kini hatiku mampu berkata
jika cinta bukan hanya tawa dan bahagia
dalam cinta kandung luapan jiwa
karena cinta adalah keikhlasan rasa
Rabu, 18 Maret 2015
~Maaf dariku adik~
aku menyusuri setapak jalan dari arah kampus, hati ini benar2 diliputi rasa bersalah. ade itu kecewa. aku melihat raut wajah nya tergambar jelas kekecewaan itu. dan kalimat itupun ku dengar dari lisannya "kak,, kecewa ka sama kita".
dek.... ana aasifah... ana aasifah jiddan.. airmata ini seakan hendak jatuh di depannya, sekuat hatiku tetap tersenyum dan meminta maaf. mencari jalan keluar agar ia bisa melapangkan kesalahanku.
aku akui,,, aku salah.
aku akui aku memang salah.
dan aku tak tahu minta maaf saperti apa.
aku tahu rasanya kecewa
dan itu alasannya mengapa seakan hati ini lebih sakit..
mungkinkah memang aku selamanya takkan memiliki teman setia
karena sejak dahulu, inilah yang selalu ku takutkan. bahwa aku akan menyakiti perasaan orang lain...
sekali lagi,,, ana aasifah dek...!!!
Senin, 02 Maret 2015
kalian tahu salah satu alasan mengapa blog ini saya buat ?
itu karena tak semua apa yang kurasakan bisa ku simpan, bukan karena Allah tak cukup bagiku. hanya saja aku ingin tahu siapa diantara ribuan manusia yang mau mendengarku
tak sering diantara mereka hanya hadir disaat tawa. tapi sedikit sekali, bahkan mungkin tak ada yang mau menghampiri.
aku tak meminta untuk di kasihani, yang ku inginkan adalah kekuatan dari kalian.
ajari aku kekuatan itu agar luka ini bisa ku samarkan
ajari aku ketegaran itu agar airmata ini tertahankan
bahkan untuk luka kecilpun kadang buat ku ingin berlari pergi
kalian jangan melihat penampilanku.
aku memang berjilbab panjang. tapi tak semua muslimah yang berjilbab panjang kuat menahan rasa sakit itu.
jujur ku akui kalau imanku masih lemah.
maka dengarkan aku.................................!!!!!
Kamis, 26 Februari 2015
Doa Malam ini
Jika derap
langkah ini senantiasa tertatih-tatih
ketika
menjauhi perih
jika tangis
ini kadang tenggelam dalam lautan khilaf
dan lupakan
seketika kodrat
maka hanya
berharap diriMu yang menemani
memenuhi
hati dengan
lautan
cahaya surgawi..
berharap
jalan yang kupilih
mendekatkanMu
Ya Rabbi
Mungkin itu
gambaran sosokmu dalam hidupku..
Hujan yg
hadir penuh romansa romantisme lewat gemricik air yg menawarkan sebuah
kenyamanan..
Hujan yg
slalu melindungi airmataku saat tak ku inginkan mereka tau..
Dan Hujan yg
menyejukan hatiku dr kekerontangan kemarau lara yg berkontinu..
Aku
mengagumimu seperti aku mengagumi hujan..
Ia turun dari
langit atas nama rezeki dr Tuhan..
_Syukron Kaka_
Langganan:
Komentar (Atom)



