Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

Aku tak tau

Sebenarnya.... banyak hal yg ingin aku ungkapkan... tnpa harus ku simpan sendiri... tp.. kadang menyimpan smua adalah pilihan terbaik meski harus tersakiti dgn airmata...

Jumat, 24 April 2015

Hasil gambar untuk payung hujan

Kusebut kamu hujan, yang aku nyaris gagal memahami perasaanmu, apakah perasaan ini penting seperti perasaanku penting. aku tak tahu itu, lalu apakah perasaanku penting bagimu atau tidak. tapi itu yang jelas ini penting bagiku. seperti aku tidak ingin berada jauh darimu meski aku tahu berada dekat pun tak serta-merta membuat kita bersatu atau paling tidak, sudah bertemu meski tanpa bahu untuk bersandar apalagi pelukan erat, ah mungkin tidak penting…. Yang penting perasaanku selalu ingin menemanimu. karena aku tak bisa berhenti mempertanyakan apakah Hujan juga ingin kupeluk

(Ade a.k.a Rindu)

Kamis, 23 April 2015


Ada rasa sesal yang mulai menyeruak akhir-akhir ini. Memprotesi diri karena luka yang tak kunjung sembuh. Mungkin seharusnya sejak awal ia berpinta untuk tidak menjumpai seseorang yang telah menyisakan luka yang menganga. Walau detik selanjutnya, ia mencoba menepis hal itu untuk melayarkan sisi positif ditiap perjumpaannya. Tapi, tetap saja luka itu perih, meski telah terbalut perban dengan rapat. Karena ia ingin berlari dengan kakinya sendiri. Mengurai senyum untuk mengejar sesuatu yang belum terlihat jelas. Merangkai mimpi-mimpi yang belum utuh, pun menenun asa yang sempat terurai. Lalu, menikmati setiap suka dan duka yang akan disuguhkan dari langkah-langkahnya yang sempoyongan. "Karena jatuh, untuk bangkit."

Bila Air Mata Tak Pupus Jua




Nanar...

Pandangannya menerawang dari balik jendela kaca. Di luar sana, sang dewi malam masih bersinar temaram kekuningan. Tak henti memamerkan kecantikan pada setiap makhluk yang tersentuh cahayanya. Saat itu, dengan tangan gemetar dielusnya perut yang tampak semakin membesar.

Tak seindah rembulan, raut wajahnya kuyu dan kusam. Mata pun sembab karena ruah tangisan. Kepedihan itu masih saja menggurat, membuat tumpukan gundah dan keluh kesah yang semakin membuncah.

Kekecewaan jelas menyelubungi jiwa dan raganya. Kenangan itu memang sangat menyakitkan, karena telah direnggutnya sebuah nilai kesucian. Hati kecilnya berteriak, ingin berontak. Namun, kenyataan tak mungkin begitu mudah terhapuskan. Lelaki yang diharapkan mestinya bagaikan Pangeran, ternyata hanyalah seorang durjana. Memetik sari bunga, kemudian terbang entah kemana.

Berjuta impian tentang sebuah keluarga perlahan sirna. Mimpi akan kerinduan rumah mungil yang penuh canda tawa, hanya sekedar khayalan. Hasrat untuk mengukir jiwa-jiwa suci dan murni seakan tenggelam karena tiadanya pendamping seorang qawwam. Hari-hari lalu berganti dengan derai tangisan. Memilukan, sehingga menciptakan serpihan hati yang berserakan di mana-mana. 

Perlahan, dilangkahkan kakinya ke pembaringan. Mencoba sejenak melepaskan lelah jiwa dan raga. Dipejamkannya mata, namun air bening tak mudah dibendungnya. Air mata itu mengalir, bahkan membasahi sarung bantal dan kapuk di dalamnya. Tubuhnya lemah, lunglai tiada daya. Di kesenyapan malam isaknya masih terdengar memilukan, menyiratkan penyesalan akan nasibnya yang telah ditoreh nista.

Esok menjelang, dan dengan rasa letih ia terjaga saat sinar mentari menerpa raut wajahnya. Jiwa yang rapuh itu seakan enggan menggerakkan raga. Tak berubah, tatapan matanya lantas kosong menerawang. Tak pula fitrah sebagai wanita menyapa kesadarannya akan detak kecil kehidupan di alam rahimnya. Perih itu masih ada. Luka pun masih menganga. Tanpa kuasa menahan segalanya, kembali air bening menerobos kelopak mata. 

Duhai...
Apalah daya dirinya, jika kala itu setan telah pula mengambil peran. Sepercik darah yang mestinya tersaji setelah ikatan suci disimpulkan, tak akan pernah lagi dihidangkan. Belaian mesra yang diharapkan saat mereguk cinta di malam pertama pun hanyalah sekedar khayalan. 

Aaah...
Indah harapan terkadang sangatlah berbeda dengan kenyataan. Namun, bila impian itu selalu saja dipenjara dalam jiwa, apakah ada beda antara keduanya? Penyesalan yang tiada kunjung usai pun bukankah dapat meranggas keimanan.  

Duri tajam yang pernah menancap di jiwa memang sungguh menyakitkan. Tetapi hidup juga tidak pernah berhenti pada satu titik persinggahan. Waktu akan selalu menggulirkan siang dan malam atas titah Sang Pemiliknya. Lalu, mengapa tak usah hiraukan saja torehannya, bila itu justru akan membuat hidup ini akan jauh lebih berharga.

Hapuslah air mata, hentikan juga sedu sedan. Bila akhir sepertiga malam menjelang, hamparkan sajadah dan ratakan kening di atasnya. Kemudian, tengadahkan telapak tangan seraya memohon ampunan dalam jutaan butir do'a. Bersimpuh, seraya merenungkan semua kekhilafan tentu akan lebih menenangkan jiwa.

Sabarlah...
Tiada seorang jua di dunia yang bersih dari segala dosa dan noda. Pun, masih pula tersedia banyak  lembaran kertas untuk menggoreskan kehidupan yang lebih bermakna. Tataplah keindahan alam di luar sana, dengar dan rasakan senandung tasbih serta tahmid yang tak henti dialunkan penghuninya. Belajarlah dari mereka yang tercipta tidak sempurna seperti manusia, namun tak pernah berkeluh kesah akan nasibnya.

Semoga…

-Tulisan ini telah dimuat di buku Sapa Cinta dari Negeri Sakura-
http://abuaufa.multiply.com

#Tsa_BasmaH


Biarkan Seperti Langit




Hasil gambar untuk langit biru



Kubebaskan rinduku membuncah
Menari di atas kepahitan

Menyayat hati yang telah lama diam
Dan kubiarkan ia seperti langit

Tak mampu dilakukan airmata
Maka langkahku yang menjawabnya
Pada sebuah janji seorang insan
Yang kuanggap seperti langit

Kubiarkan diriku mengukuhkan jiwa
Pada setiap pandangan yang tajam
Yang memandangnya tetap biru
Seperti langit yang tetap di sana

Karena tentang kita
Tak mereka ketahui
Hanya aku dan kamu
Karena hati kita
akan tetap seperti langit
Yang setia pada penjagaannya
#Tsa_BasmaH



Entah mengawali lembaran keberapa kisah persaudaraan ini dimulai. Kisahnya memang saat itu tak terasa, karena ketidaksengajaan. Lebih tepatnya sih, Allah mempertemukan dengan naskah yang masih mengabu dalam kisah hidup kami. Yah, karena boleh dikatakan tidak terlalu istimewa namun value dari masterpiece yang sama-sama kami kenali dengan sebutan “ukhuwah” itu tak tergantikan. “Ah, lebih baik katakan saja ‘pertemuan sederhana’, tapi memberi efek luar biasa.”
Bertemu dalam lingkaran yang aku tak pernah sadari bahwa ia kan hadir mewarnai hariku. Saat dirinya dengan penuh kehangatannya memintaku untuk tetap berada di mesjid kampus menunggui redahnya hujan.

Lalu, berganti hari, bulan, dan tahun menemani pertemuan tersebut walau harus bertolak ke arah yang berbeda, kebersamaan memang selalu ada. Atas dasar kesibukan yang kerap kali menjamah diri-diri ini, sehingga pada tiap pertemuan sejenak serasa menjadi pertemuan terindah. Bahkan melahirkan banyak orang mengagumi gaya kami. Karena hubungan ini membuncahkan rindu yang mengait jejalinan harap. Hubungan yang selalu membawa pada haru, membawa pada saling menguatkan satu dengan yang lain.

kembali aku meminta

Hasil gambar untuk berdoa


Ketika aku lelah...
jangan lelahkan aku dalam ibadah ku..
ketika aku Jenuh
Jangan jenuhkan aku untuk menyebut Asma-Mu..
ketika aku letih..
jangan letihkan pula aku akan kewajibanku pada-Mu
kewajibanku untuk menyembah-Mu
Ketika aku mulai putus asa...
Jangan buat aku putus asa akan hidup ini..
Ketika aku merasa sendiri..
Temani diri ini dimana diri ini berada...
Hadirkanlah seorang teman untukku
bukan seorang "teman"
Dan ketika aku menangis...
bantu aku untuk meredakan tangisku..
Ingatkanlah aku akan janji-Mu
Robbi.. bantu diri ini supaya kuat..
bantu diri ini supaya mandiri..
bantu diri ini agar tak lemah
bantu diri ini agar tegar..
tegar dalam menghadapi semua cobaanMU ...
ujianMu..
bantu diri ini supaya tak tergantung pada hambaMu yang lain
bantu diri ini untuk ikhlas menerima sgala ketentuanMU
bantu diri ini supaya bisa dan bisa...
Aamien.....


tanpa ku sadari ternyata begitu tipisnya


Hasil gambar untuk tangisan hati Ketika tawa, canda, tangis, silih berganti datang dan pergi yang tanpa ku sadari ternyata begitu tipisnya batas antara tawa dan tangis. masih ku ingat baru hari kemarin tertawa lepas, bercanda bersama rasanya hati ini begitu senangnya tanpa kusadari esok harinya berganti menjadi kesedihan dan tangis sepi rasanya hati ini, seakan semua nya pergi meninggalkanku sendiri. 
mungkin kemarin ku terlalu terlena dg kegembiraan sehingga allah menegurku dengan ujian iniya allah bila ini adalah salah satu ujian dalam hidupku agar ku bisa meraih kebahagiaan, berilah hamba kesabaran untuk melaluinya dan ikhlaskanlah hati ini untuk menjalaninya. jangan biarkan diri ini terbelenggu oleh nafsu amarah dan emosi sesaat sehingga ku terlupa kalau aku masih punya engkau ya rabb yang maha mendengar, maha menolonghanya kepadamu lah hamba bersimpuh, bersujud dan memohon kekuatan hati untuk dapat melalui ujian ini. hanya kepadamu lah hamba mengaduhanya kepadamu hamba berlindung dari segala macam keburukan.
ya allah hanya engkaulah yang selalu ada kapanpun dan dimanapun, di saat ku bahagia maupun dalam kesedihan. tapi terkadang ku terlupa padamu ya allah di saat ku bahagia dan ku ingat kepadamu di saat ku bersedih. 
Ya allah ampuni hamba ya allah, ampuni diri hamba yg terlena dan terlupa ini.

Pada Siapa lagi, kalau bukan pada-MU



Robbi...
masihkah pantas aku memanggilmu Allah??
masih pantaskah untuk seorang aku??

Robbi...
masih bolehkah aku bercerita kepadaMU..
masih bolehkah aku menangis kepadaMU..
masih bolekah??

karena aku tak tau kepada siapa lagi...
kepada siapa lagi Robbi...

Tapi Robbi..
aku malu kepadaMu..
aku malu menghadapMU..
aku malu meminta kepadaMu..
aku sungguh malu...

Tapi
kepada siapa lagi aku harus meminta...
Kepada siapa lagi aku harus bersujud...
kepada siapa lagi aku harus bersimpuh ...
Kepada siapa lagi aku harus memohon ...

Illahi...
maafkan khilafku...
maafkan khilafnya...
Hasil gambar untuk danbo pergi

“Ingin pergi”
Kata itu seolah menggegas perjalanan panjang yang semestinya masih berlanjut. Setelah bahasaku yang terkadang sulit dimengerti juga ketidakmengertianku yang berasal dari kebodohanku…
Seolah hendak memangkas waktu, ujarku saat itu, "Aku ingin memulihkan diri..." Ingin me-restart hidup kemudian memulai segalanya dengan lebih baik. Bisakah? Karena tiap detik terus meringkis kesalahan dan kelalaian yang kutemui. Bisa saja ini kealpaan yang menghambat laku keshalehan dan kema'rufan yang masih sedikit kugenggam untuk langkah yang kadang tak kusanggupi. Walau akhirnya tetap menjalani kehidupan ini untuk mendapatkan perhatianNya.

Tentang kehidupan kadang membuatku mengalah

pada fatamorgana dunia yang tak layak diambil.


"Ah, Rabbi... kalaupun aku harus pergi entah kemana, dengan fitnah dunia yang terus merengut kehinaan diri, maka aku tak akan jauh. Karena aku akan tetap memilih pergi, ke sisi seorang, yang tak menyesaki sekitarnya, justru untuk menyempurnakan separuh agama ini."

#Tsa_Basma

Sabtu, 04 April 2015

Yang ku tahu pasti “KAU begitu mencintaiku "

Hasil gambar untuk danbo berdoa islam

Di balik segala duka. . .
tersimpan hikmah yang bisa kita petik sbg pelajaran,
di balik segala suka . . .
tersimpan hikmah yang mungkin bisa menjadi cobaan. 
Cobaan dan ujian . . .
akan mendekatkan diri kita pd ALLAH
akan mengajarkan diri kita bagaimana berdo’a, 
dan akan menghilangkan kesombongan, dan rasa bangga (yg berlebihan) pada diri kita. 
Dan ujian akan mengantarkan kita untuk merasakan cinta-NYA ALLAH, 

karena . . .yg ku tahu pasti “KAU begitu mencintaiku”
Allah memang luar biasa,
telah membuat hidup ini seindah pelangi, 
ada merah kuning hijau agar hidup berwarna, 
belum puas bahagia sudah dikasih airmata
belum selesai nangis udah dikasih bahagia,
seperti itulah caraMU. . .
dan ku tahu pasti karena “KAU begitu mencintaiku"





 Hasil gambar untuk bunga cinta

Didalam cinta ada tiga hal yang selalu tumbuh, Rindu. Senang. Lalu khawatir alias takut kehilangan. Ketiganya menyatu. Bermula dari kebaikan yang disampaikan, lalu merasuk ke dalam hati. Dan sebagaimana lazimnya cinta, kebaikan orang itu selalu saja melintas berlari di kepala. Berharap agar kebaikan-kebaikannya kita rasakan lagi. Seperti mata air yang segar, jernih airnya, mengalir, menderas, ini yang namanya Rindu, meski mungkin yang kita rindukan tidak merasakan hal yang sama, tapi cinta datang dan pergi sesuka hatinya bukan?

Pada ia yang kita cinta, inginnya tak ada kekhawatiran itu, tak ada kecemasan, selain kepastian, bahwa ia baik-baik saja. Namun apalah daya, tak semua hal dalam genggaman kita. Yang kita tahu, kita punya Allah. Tempat menggantungkan segala urusan, tempat mencurahkan segala kekhawatiran, pun untuk dia yang kita cintai, meski dia tidak tahu betapa kita mengkhawatirkannya ….


MENDUNG TAK SELALU MENCEKAM

Hasil gambar untuk pelangi senja dan awan kelabu


Manusia...
Makhluk sempurna walau dlm hdup ia dapat binasa
Binasa karena harta
Binasa karena cinta

Bukan Manusia bila ia tak pernah mencinta,dan ingin dicinta
Sebab Sang Pencipta tlah Menitipkan rasa itU dgn sempurna...
Dalam hati manusia

Lagi2 bicara cinta,
Bila Cinta bicara,
Hati kan diam memendam asa
JantUng berbagi dEbar dalam segenap gel0ra
0tak akan perintahkan selalu memikirkannya...
Cinta...

Namun...
Tak semua cinta berakhr sempurna
Bak d0ngeng2 zaman dahulu kala,
Ingatlah!
Cinta Manusia tak Abadi
Hanya Cinta pada Sang Ilahi yg Hakiki...
BiarPun Cinta itU PADA HARI INI ENGGAN BERSEMI...
Dan Mendung pada hatimu bergayut seakan bergemuruh dalam gelegar guruh...
Percayalah...
Hujan kan mengikis keseDiHanmu,
Menggerus habis ketidak tULusanmu,
Menggantinya dgn keikhlasan...
Percayalah.....PELANGI ITU ADA SETELAH HUJAN,,

dan Hanya Mendung yg dapat menurunkan Hujan...

#Azizha Ummu Thufail

Sabtu, 28 Maret 2015

"Demi dunia yang bahagia aku ikhlas berjarak dengan cinta. 
Kau bersusah-payah di sana, aku menjamah lelah di sini.
Dan demi akhirat yang sempurna, 
aku ridho seluruh waktu ditukar dengan rindu. 
Kau bersujudlah meski lelah, tugasku tengadah dalam doa."
 

Sabtu, 21 Maret 2015

***JODOHKU ADALAH CERMIN DIRIKU***

Hasil gambar untuk menanti jodoh
aku...
aku tak perlu pangeran berkuda putih berhunuskan pedang
yang duduk bangga menunggangi kudanya,
akupun tak perlu pangeran tampan dan gagah
yang jadi impian setiap wanita karena sempurna fisiknya
aku tak menginginkan putera raja bergelimang harta
yang lupa pada kehidupan kekalnya...

aku...
aku hanya merindukan lelaki shaleh
 yang siap membimbing tanganku menggapai ridha-Nya,
aku merindukan lelaki shaleh yang teduh wajahnya karena sujudnya
aku merindukan lelaki shaleh yang loyal pada Dien-nya
aku merindukan lelaki shaleh bersahaja serta tak dusta ucapannya...

oleh karena itu...
dengan sekuat tenaga kubuat dirku menyambut kedatanganmu,
dengan mendidik jiwa serta raga-ku dengan tarbiyah
menempa diriku agar kuat setelah hijrah...
semata ingin menyambutmu dalam keridha'an-Nya
berjuang bersama2 menegakkan Kalimah-Nya
bergandengan tangan saling menguatkan dijalan Dakwah
demi meneruskan risalah Rasulullah tercinta...

karena kuyakin jua...
bahwa janji-Nya itu benar adanya tentang pertemuan kita, bahwa... 

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” [QS. An-Nur: 26]



karena Pada hakikatnya,
JODOHKU  ADALAH CERMIN DIRIKU...

ya Rahman...
perkenankanlah...

@take hikmah...keep hamasah...salam santun ukhuwah Islamiyah@

Jumat, 20 Maret 2015


Hasil gambar untuk gambar cinta

Cinta..???

sekumpulan merpati berkata padaku
jika cinta itu sesuatu yang paling indah
sebuah perasaan yang tiada artikan sudah
karena cinta perwakilan jiwa gelisah

kemudian barisan semut berucap padaku
jika cinta itu bukan pula surga dunia
karena cinta adalah sebuah prosa
dimana ada dinamika rasa di dalamnya

ada kerinduan yang kita rasakan
ada kecemburuan yang tertekan
juga ada kepedihan serta kegembiraan
yang terbalut menyatu dalam ikrar kesetiaan

dan kini hatiku mampu berkata
jika cinta bukan hanya tawa dan bahagia
dalam cinta kandung luapan jiwa
karena cinta adalah keikhlasan rasa







Rabu, 18 Maret 2015

~Maaf dariku adik~

Hasil gambar untuk danbo maaf

aku menyusuri setapak jalan dari arah kampus, hati ini benar2 diliputi rasa bersalah.  ade itu kecewa. aku melihat raut wajah nya tergambar jelas kekecewaan itu. dan kalimat itupun ku dengar dari lisannya "kak,, kecewa ka sama kita". 
dek.... ana aasifah... ana aasifah jiddan.. airmata ini seakan hendak  jatuh di depannya, sekuat hatiku tetap tersenyum dan meminta maaf. mencari jalan keluar agar ia bisa melapangkan kesalahanku.
aku akui,,, aku salah.
aku akui aku memang salah.
dan aku tak tahu minta maaf saperti apa.
aku tahu rasanya kecewa
dan itu alasannya mengapa seakan hati ini lebih sakit..
mungkinkah memang aku selamanya takkan memiliki teman setia
karena sejak dahulu, inilah yang selalu ku takutkan.  bahwa aku akan menyakiti perasaan orang lain...
sekali lagi,,, ana aasifah dek...!!!

Senin, 02 Maret 2015

Hasil gambar untuk airmata kesedihan
kalian tahu salah satu alasan mengapa blog ini saya buat ?
itu karena tak semua apa yang kurasakan bisa ku simpan, bukan karena Allah tak cukup bagiku. hanya saja aku ingin tahu siapa diantara ribuan manusia yang mau mendengarku

tak sering diantara mereka hanya hadir disaat tawa. tapi sedikit sekali, bahkan mungkin tak ada yang mau menghampiri. 
aku tak meminta untuk di kasihani, yang ku inginkan adalah kekuatan dari kalian.
ajari aku kekuatan itu agar luka ini bisa ku samarkan
ajari aku ketegaran itu agar airmata ini tertahankan
bahkan untuk luka kecilpun kadang buat ku ingin berlari pergi

kalian jangan melihat penampilanku.
aku memang berjilbab panjang. tapi tak semua muslimah yang berjilbab panjang kuat menahan rasa sakit itu.
jujur ku akui kalau imanku masih lemah.
maka dengarkan aku.................................!!!!!

Kamis, 26 Februari 2015

Doa Malam ini


Jika derap langkah ini senantiasa tertatih-tatih
ketika menjauhi perih
jika tangis ini kadang tenggelam dalam lautan khilaf
dan lupakan seketika kodrat
maka hanya berharap diriMu yang menemani
memenuhi hati dengan
lautan cahaya surgawi..
berharap jalan yang kupilih
mendekatkanMu Ya Rabbi

Hasil gambar untuk hujan
Mungkin itu gambaran sosokmu dalam hidupku..
Hujan yg hadir penuh romansa romantisme lewat gemricik air yg menawarkan sebuah kenyamanan..
Hujan yg slalu melindungi airmataku saat tak ku inginkan mereka tau..
Dan Hujan yg menyejukan hatiku dr kekerontangan kemarau lara yg berkontinu..
Aku mengagumimu seperti aku mengagumi hujan..
Ia turun dari langit atas nama rezeki dr Tuhan..

_Syukron Kaka_