Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2015

Anak perempuan ayah

Hasil gambar untuk ayah

Anak perempuan ayah haruslah menjadi anak perempuan yang terhormat. Bisa menghormati orang lain, bisa menghormati dirinya sendiri. Tahu bagaimana caranya menjaga diri dan menjaga orang-orang yang dicintainya dengan benar.

Anak perempuan ayah harus menjadi perempuan yang teguh dan kuat, agar apabila nanti anak perempuan ayah sudah cukup dewasa dan jatuh cinta. Anak perempuan ayah bisa segera berdiri dan bangun dari angan-angannya. Agar hatinya kuat dan tidak jatuh ke hal-hal yang turut menjatuhkan kehormatannya.

Anak perempuan ayah harus menjadi perempuan yang santun dan tegas. Dua sikap yang bisa membuat anak perempuan ayah bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, juga untuk ke orang lain. Anak perempuan ayah nantinya harus tahu bagaimana mengatur pikiran dan hatinya. Jangan khawatir, ayah akan melatih itu semua.

Anak perempuan ayah pun harus sekolah yang tinggi, boleh setinggi-tingginya. Biar anak perempuan ayah menjadi perempuan yang cerdas. Boleh juga pergi ke tempat jauh, yang jauh, yang mungkin belum pernah dibayangkan. Bila takut pergi sendirian, jangan khawatir. Ayah bisa menemani. Bila pun kamu ingin punya suami, katakan pada ayah laki-laki mana yang menurutmu paling tepat untuk menjadi suamimu. Ayah akan mengujinya terlebih dahulu.

Anak perempuan ayah boleh memiliki impian yang tinggi. Boleh menjadi apapun yang diinginkan selama itu menjadikanmu perempuan yang sejati. Memberi makna untuk setiap orang yang kamu temui.

Anak perempuan ayah boleh memiliki pergaulan yang luas, seluas-luasanya yang anak ayah inginkan. Biar anak ayah bertemu dengan banyak orang baik, karena siapa tahu satu diantara mereka adalah orang yang tepat untuk anak perempuan ayah.

Anak perempuan ayah harus tegar. Karena nanti anak perempuan ayah akan pergi meninggalkan ayah. Tegar menghadapi kenyataan bahwa ayah tidak lagi menjadi prioritas. Anak perempuan ayah harus menjadi perempuan yang kuat. Lemah bukanlah sifat perempuan, itu adalah sifat semua manusia. Anak perempuan ayah akan menjadi anak perempuan yang paling spesial diantara seluruh bidadari di surga nantinya. Untuk itu, bantu ayah untuk mewujudkan semua itu.

Catatan: Kurniawan Gunadi


Senin, 02 Maret 2015

ISLAM agama TERORIS ? Pikir lagi deh.

Hasil gambar untuk teroris islam bercadar

Saya Muslim, islam agama saya.
Agama saya sempurna 100%.
Tapi saya tidak !!!!. hehehe.. ( tempat salah n khilaf)
Jadi, Kalau saya berbuat kesalahan. 
Jangan salahkan agama saya.
Tapi salahkan saya.

Banyak isu - isu beredar yang mendiskreditkan umat islam sebagai dalang teroris, Miris memang.. agama yg mengutamakan perdamaian malah dianggap agama teroris.

Pelaku utama pencemaran nama baik islam sendiri biasanya dari kalangan liberalis, yang memang mengutamakan kepentingan probadi dan kelompoknya sendiri dengan cara mengesampingkan kebenaran. dan inilah yg terjadi.. orang - orang musafir muslim berjenggot ditembaki serampangan oleh Perangkat negara. Mirissss.


Islam, satu - satunya agama yang Mengatur cara berperang.

Hadits Rosul :

Rasulullah Saw bila melepas pasukan yang akan pergi berperang (tanpa disertainya) berpesan: "Dengan nama Allah, dengan disertai Allah, di jalan Allah dan atas sunah Rasulullah. Janganlah kamu berlebihan mengambil barang rampasan tanpa seijin pimpinan pasukan. Janganlah kamu berkhianat dan jangan pula melakukan sadisme (menganiaya) terhadap musuh. Jangan membunuh anak-anak, wanita-wanita dan laki-laki yang telah tua." (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)


Sekarang Coba deh pembaca buka google dan searching dengan kata kunci : " 10 perang terbesar ", atau "10 perang tersadis ".


dan lihat resultnya disana.
urutan 1. Perang dunia ke 2, lalu perang dunia ke 1. 
Jumlah korbanya Puluhan Juta Jiwa.

Pertanyaannya Apakah kedua perang tersebut disulut oleh umat islam? Jawabanya "Enggak!" 
justru umat - umat non muslim pelaku utamanya.

dan oleh karena islam sudah mengajarkan tata cara perang, Seperti hadits nabi diatas, mulai dari jangan sadis, jangan mencincang musuh, jangan membunuh wanita dan anak - anak. Pokoknya banyak Aturan!.

Itulah yang bikin kita sebagai muslim lebih suka jalan damai.

Jadi, Mikir lagi deh kalo nyangka kita sbg muslim sebagai dalang Perang sama Terror.


Jumat, 27 Februari 2015

:: Aku Dulu dan Sekarang ::



Aku pernah sangat KAGUM pada manusia cerdas, manusia yang kaya sekali, manusia yang berhasil dalam karir hidup dan hebat dunianya.
Sekarang aku memilih mengganti kriteria kekagumanku,
aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah. Manusia yang sanggup taat dan bertaqwa kepada Allah, sekalipun kadang penampilannya begitu bersahaja..

Dulu aku memilih MARAH karena merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim kepadaku atau menggunjingku, menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.
Sekarang aku memilih BERSYUKUR dan berterima kasih,
karena aku yakin ada transfer pahala dari mereka,
ketika aku mampu memaafkan dan bersabar.

Aku dulu memilih MENGEJAR dunia dan menumpuknya sebisaku.
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanya makan dan minum untuk hari ini dan bagaimana cara membuangnya dari perutku.
Sekarang aku memilih BERSYUKUR dengan apa yg ada dan memilih bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh makna dan bermanfaat untuk sesama.

Aku dulu berfikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orangtuaku,
saudara dan teman-temanku nanti kalau aku berhasil dengan duniaku, ternyata yang membuat kebanyakan mereka bahagia bukan itu...,
melainkan karena sikap, tingkah dan sapaku.
Aku memilih membuat mereka bahagia sekarang dengan apa yang ada padaku.

Dulu aku memilih untuk membuat RENCANA-RENCANA dahsyat untuk duniaku, ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya. Tak ada yang bisa menjamin aku besok bertemu matahari.
Tak ada yang bisa memberikan garansi aku masih bisa menghirup nafas keesokan hari.
Sekarang aku memilih memasukkan dalam rencana-rencana besarku, yang paling utama adalah agar aku selalu SIAP menghadap kepada-NYA hari esok atau lusa!
Semoga kesudahan kita 'indah', mudah dan dalam khusnul khatimah, aamiin.


#Renungan_Jumat

Rabu, 18 Februari 2015

APA YANG HILANG PASTI BERGANTI ≡



Ustadz Aan Chandra Thalib
حفظه الله تعالى



Allah tidak mengambil sesuatu darimu melainkan Dia telah mempersiapkan ganti yang lebih baik untukmu.

Kuncinya jangan sampai kamu sedih dan berputus asa.

Apa yang ada disisi Allah jauh lebih baik dari apa yang ada dalam benakmu.
Boleh jadi kebahagiaan hidup yang anda rasakan saat ini adalah buah dari kesabaran anda atas musibah yang pernah menimpa anda.

Percayalah pada janji Allah.
Berprasangka baiklah kepada Allah, sebab Dia sebagaimana prasangka hamba-Nya kepada-Nya.

Bila seseorang jujur dengan Allah..
mentauhidkan-Nya dan yakin bahwa Allah akan mengobati perih dalam hidupnya, maka Allah akan mengobati perih hidupnya.

Bila anda ditimpa musibah,
maka jangan beri ruang untuk musibah itu dihati anda, bandingkan dengan karunia Allah yang selama ini anda nikmati.

Yakinilah….
apa yang hilang pasti berganti…

(Terinspirasi dari taujihat Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity)

#Copas Dari  Talitha Umaiza

IBU RUMAH TANGGA ADALAH KARIR TERBESAR


 


“Ibu adalah sekolah yang pertama bagi anak-anaknya”. Dengan ilmu pengetahuannya, seorang ibu rumah tangga akan tahu bagaimana mendidik anak sehingga kelak mampu mengantar pada gerbang kesuksesan.

Menjadi ibu Rumah tangga adalah pilihanku. Aku tahu Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Baik pilihan menjadi Ibu Rumah Tangga ataupun wanita karir. keduanya memiliki kelebihan maupun kekurangan. Aku selalu berprinsip Tidak selamanya ibu rumah tangga lebih rendah kedudukannya dari wanita karir, begitu pula sebaliknya bahwa tidak selamanya wanita karir lebih rendah kedudukannya dari ibu rumah tangga. Semuanya tergantung dari pribadi kita yang akan menjalaninya.

Bagiku menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia, karena pekerjaan rumah adalah tugas sang istri yang tidak semua istri mampu menjalankan pekerjaan rumah tangga dengan baik dan disenangi oleh suami serta  anak  kita nanti.

Dalam islam “surga sang istri terletak pada Suaminya”. Dan menjadi ibu rumah tangga adalah peran sang istri yang tidak mudah. Sebuah peran suci dan sacral yang tak sedikit orang menganggapnya sebagai peran domestic dan amat tradisional. Banyak sekali perempuan yang tak mau mengakui dirinya sebagai ibu rumah tangga, baik karena malu atau minder atau karena alasan lain, entahlah. Akupun tak tahu pasti alasan mereka itu.

Aku hanya melihat banyak sisi positif menjadi ibu rumah tangga. ia adalah sang surya bagi keluarganya, ia mampu memberikan lebih kasih sayang dan cinta, yang tak bisa diberikan oleh wanita-wanita karir kepada sang suami dan anaknya, serta ia selalu menjadikan rumah sebagai istana terbaik mereka. subhanallah… sungguh indah pekerjaan seorang ibu rumah tangga.

Bagi seorang ibu Rumah tangga, Keluarga adalah harta yang paling berharga untuknya oleh sebab itu ia lebih bahagia bekerja dan mengabdi untuk keluarga. Ia mengerjakan semua tanpa pamri karena ia menginginkan yang terbaik untuk keluarganya. Ia adalah pemimpin dalam urusan rumah tangga, dan amanah itu kelak akan dimintai pertangggung jawabannya di akhirat kelak.

Seorang ibu rumah tangga mengurusi sang suami sejak bangun tidur, menyiapkan sarapan sebelum suami berangkat bekerja, menunggu pulang dan menyambutnya dengan senyuman dikala sang suami telah kembali, Keberadaan seorang ibu rumah tangga yang mengurusi urusan rumah tangga dengan baik membuat sang suami merasa lebih betah berada di Rumah dan ingin segera pulang selah bekerja

 Bagitupun pada anaknya, ibu rumah tangga mengurusi segala keperluan anak, sejak ia bangun, berangkat ke sekolah, hingga ia pulang dan tidur kembali dikala malam. Semuanya di atur oleh sang ibu rumah tangga dengan baik. Sehingga keharmonisan dalam rumah tangga akan terpelihara dari hal-hal yang menyebabkan konflik.

Aku ingin banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi keluarga, suami dan anak di rumah. Memberikan perhatian yang lebih dan mencukupi semua apa yang mereka inginkan. Aku tak mau menjadi seperti wanita karir yang mengorbankan keluarganya hanya karena kepentingan ekonomi atau karena keahlian yang tidak tega dan di sayangkan kalau dilepaskan. Karena itu sama saja mengorbankan kebahagiaanku sebagai seorang istri ataupun seorang ibu.

Aku tak ingin seperti wanita karir yang jarang berada di rumah sehingga kasih sayang terhadap suami dan anak tidak terpenuhi secara lahir maupun secara batin.  Jika kasih sayang dan perhatian jarang mereka dapatkan aku khawatir sang suami akan ingin menikah lagi atau lebih parahnya akan melakukan hubungan-hubungan gelap tanpa sepengetahuan istri yang selalu sibuk. Dan  bagi sang anak kurangnya perhatian dan kasih sayang yang diperolehnya menyebabkan perilaku tidak terdidik.

Seorang ibu rumah tangga yang ikhlas mengabdi di istananya adalah seorang ibu rumah tangga yang diinginkan semua suami dan anak. Karena ia selalu berusaha membuat nuansa rumah tangga sealu tenang, damai, panuh kebahagiaan dan penuh cinta. Karena baginya menjadi ibu rumah tangga adalah karir terbesar untuk kebahagiaannya, kebahagiaan sang suami, kebahagiaan anak-anaknya, dan kebahagiaan seluruh anggota keluarganya.


***


Selasa, 17 Februari 2015

#tentangJodoh





Hanya allah saja yang tahu kapan dan bagaimana kita bertemu dengan jodoh kita. entah bertemu di dunia atau di akhirat.
 Hanya Allah yang tau apa yang akan terjadi dengan diri kita. 

Sesungguhnya wanita baik hanya untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik juga. (QS. 24: 26)

Wahai Sang penggenggam hatiku, aku tau Engkau yang Maha Mengetahui atas segalanya, Engkau yang Maha membolak balikan hati hambaMu, Engkaupun sangat tau seperti apa isi hati hamba, termasuk jika ada seseorang yang mengusiknya. 
Ya Rabb, tentang cinta dan jodohku, aku pasrahkan sepenuhnya kepada keputusanMu, jika memang nasib cintaku untuknya, biarlah waktu yang menjawab benar adanya, biarkan ia bersemi disaat yang tepat. Tapi jika Engkau tidak mengijinkannya hapuslah ia dengan indah, seindah Engkau menganugerahkannya.

Jagalah hatiku Ya Allah, karena Engkaulah sebaik-baik penjaga. 
Tuntunlah hati hamba semoga tetap berjalan dalam lingkaran jalanMu

Ya Rabb, tuntun aku dalam kesabaran..
Ijinkan cinta itu bersemi hanya karena-Mu. Biarkanlah ia menjadi indah diwaktu yang tepat.

Bergulir terpanjatkan doa untukmu calon imamku, semoga Allah menyampaikannya bersama hembusan anginNya.

Wahai engkau yang tulang rusuknya dipilih Allah untuk menciptakanku, aku tahu namamu sudah dituliskan Allah dalam bukuNya, Aku tak tahu siapa engkau, aku tak tau seperti apa sosok dirimu, akupun tak tahu kapan engkau datang, mungkin esok, sekarang, nanti atau bahkan kita sudah dipertemukan di masa yang lalu. 

Aku bahkan tak tahu jika ternyata seseorang yang kutemui beberapa waktu lalu adalah dirimu, sang pemilik tulang rusuk itu. Mungkin engkau begitu dekat, ada disekitarku, atau bahkan sangat jauuuuhh.

Entahlah.... Aku tak mengerti. Tapi siapapun dan kapanpun engkau datang aku hanya berharap, semoga engkau yang ditakdirkan untuk memberikan tulang rusuk itu, adalah pribadi yang teguh pada agama Allah, santun dan penyayang pada istrinya, lemah lembut tetapi tegar dan gagah, menerima segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki dan seorang pemimpin yang arif dan bijak dalam mengambil keputusan.

Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kesalehanmu. Semoga Allah meneguhkan jalanmu. 
Aku paham, Allah akan mempertemukan kita ketika keadaan kita sama-sama siap. Hhhheemm... aku tersadar, sepertinya harapan itu terlalu tinggi. Pantaskah jika diri ini menginginkan yang demikian? Aku minta maaf jika aku hanya begini. Aku hanyalah sebongkah daging yang bernyawa, begitu sederhana. Aku tidak punya apa-apa. Aku bukanlah pribadi yang istimewa. Tapi Insya Allah selalu mencoba dan berusaha untuk menjadi istimewa.

Jadi ingat kata-kata Mas Ippho Santosa dalam bukunya: "Kalau menginginkan pasangan yang lebih baik, yah perbaiki diri dan pantaskan diri.
Sejenak coba tanyakan pada diri kita,
Apakah sudah betul-betul memperbaiki diri?
Apakah anda sudah memantaskan diri di hadapanNya?
Ataukah anda lebih sibuk memantaskan diri di hadapan Manusia?

Yah, sering kali kita menginginkan jodoh yang lebih baik, tapi sayangnya kita sendiri malas memperbaiki diri. Bagaimana mungkin kita mendapatkan jodoh yang lebih baik? Sangat kecil kemungkinannya. Bisa jadi karena itulah, Allah belum mempertemukan kita dengan jodoh kita. Karena belum pantas menurutNya.

Sumber :https://www.facebook.com/KomunitasOneDayOneJuz/photos/a.488467147784.246001.152460177784/10153602263072785/?type=1&theater

Akun SOSMED Setelah Kita Meninggal: Mendatangkan Pahala atau Dosa ?



Seseorang bertanya: Konsekwensi apakah yang akan kita terima di akhirat kelak jika akun kita berisi dengan berbagi cerita macam-macam dengan foto-foto yang cantik dan tampan. Kadang kita juga menuangkan status-status yang mungkin menggambarkan kondisi kita pada saat iman kuat (mengingatkan hal-hal yang baik) atau iman lemah (mengeluh, mengumpat, dsb.). Apakah pahala dan dosa kita akan terus bertambah? Wassalam

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah

Allah berfirman dalam surat Yasin,
ٍ
“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan dampaknya. Dan semuanya kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata.” (QS. Yasin: 12)

Kita bisa memperhatikan, sesungguhnya Allah tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku dan perbuatan kita.

Dinyatakan dalam hadis dari sahabat Jarir bin Abdillah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ٌ
“Siapa yang menghidupkan sunnah yang baik dalam Islam, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya maka dicatat untuknya mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Siapa yang menghidupkan tradisi yang jelek di tengah kaum muslimin, kemudian diikuti oleh orang lain setelahnya, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim, Ibn Majah, Ad-Darimi dan yang lainnya)

Semua dalil di atas selayaknya memberikan motivasi bagi kita untuk semangat dalam menyebarkan ilmu dan kebaikan serta merasa takut ketika melakukan perbuatan atau menyebarkan sesuatu yang mengundang orang lain untuk bermaksiat.

Saat ini kita dimudahkan dengan berbagai macam fasilitas. Namun, itu hanya instrumen. Hukum asal instrumen ini adalah netral, atau dengan bahasa yang lebih tegas, mubah. Kitalah yang menentukan kontennya.

Ketika kita menggunakannya untuk menyebarkan kebaikan, menggunakan SOSMED untuk dakwah Islam, mengajak masyarakat berbuat baik, insya Allah ini menjadi amal mulia. Sampai pun kita mati, selama info baik yang kita sebarkan memberikan pengaruh yang baik di masyarakat, ajakan amal yang kita sampaikan dikerjakan pembacanya, insya Allah ini akan menjadi aliran pahala bagi kita, meskipun kita sudah tiada di alam dunia.

Sebaliknya, orang nakal yang memanfaatkan fasilitas ini untuk kemaksiatan, menyebarkan foto aurat, mengajak orang untuk melakukan dosa dan maksiat, selama masih ada manusia yang bermaksiat dengan sebab info itu, maka orang nakal ini akan mendapatkan aliran dosanya.

Karena itu, jadilah hamba yang cerdas… jangan sia-siakan instrumen yang begitu mudah ini untuk kegiatan yang tidak memberikan nilai bonus bagi kita di saat kita menghadap Allah. Lebih-lebih, justru malah menjadi penyesalan.

Ini di antara rahasia, mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras wanita membuka auratnya ketika keluar rumah. Karena maksiat yang dia lakukan mengundang orang lain untuk melakukan maksiat. Dan ini tidak jauh beda dengan para lelaki yang memajang foto aurat wanita di dunia maya, mengajak orang lain untuk turut bermaksiat dan berzina matanya.

Ingat, kendatipun kita telah meninggal, pengaruh dari perbuatan yang kita lakukan tetap dicatat oleh Allah. Tidak bisa kita bayangkan, ketika ada orang yang meng-up load satu gambar “bermasalah” di dunia maya, kemudian di-share oleh orang lain, di-share lagi oleh orang lain, di-share lagi, di-share lagi, dan di-share lagi… betapa banyak mata yang terlibat maksiat gara-gara perbuatan ini.

Termasuk Anda para wanita, jangan bangga dengan aurat Anda. Karena aurat itu aib jika ditampakkan kepada yang bukan haknya. Lalu dengan apa bisa dibanggakan dan dipamerkan. Bukankah semua wanita juga memilikinya. Ingat, jangan sampai foto “bermasalah” Anda jatuh ke tangan “pendekar” berwatak jahat.
Allahu a’alam

KETIKA PARA GADIS MENANGIS KARENA IDOLANYA






Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. 

Wahai kalian yang dirahmati Allah, tidak tahukah kalian bila Nabi Muhammad sebelum ajalnya menangisi dan memanggil kita..? “Ummati, Ummati ….” lirih suara Nabi. Beliau khawatir kepada kita, umatnya. Beliau menangisi kita …

Wahai kalian yang dirahmati Allah, tahukah siapa yang menjadi perhiasan dunia sekaligus tiang negara …? ya kalian adik -adik perempuan yang kelak akan menjadi ibu bagi putra-putri kalian.

Lantas mengapa kalian rela berdesak-desakan di bandara berdesak-sesak menunggu kehadiran para pemuda tampan dari Korea itu …? Kalian menangis saat mereka tidak menemui kalian.

Mengapa kalian rela melalaikan ibadah dan justru memperbanyak memuja mereka …??

Tahukah kalian, sebenarnya mereka sama sekali tidak perduli dengan nasib kalian kelak di akherat. MEREKA TIDAK MENGENALI KALIAN DI ALAM AKHIRAT. Dan mereka tidak bisa memberi keselamatan saat api neraka menjilat memanggil kita.

Beri!ah satu ruang kosong di hati kalian, khusus hanya untuk satu idola kalian, Nabi Muhammad. Mengapa harus Nabi, bukan Super Junior, atau Justin Bieber?

Allah menjawab : …
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”
(Surah Al Ahzab 33:21)

Suju, Justin dan manusia itu hanyalah makhluk biasa. Jangan beri kepada mereka sikap cinta berlebih karena mereka cute, kata kalian .. KeCUTEan mereka tidak akan menyelamatkan kalian dari neraka dan keCUTEan mereka juga tidak menyebabkan kalian dimasukkan ke dalam rahmat Allah.

Perbanyak shalawat pada nabi, pakailah jilbab, jaga kehormatan, kerjakan shalat dan puasa, itulah tanda kalian mengidolakan Nabi Muhammad .. yang super,super dan lebih super jutaan kali dari bintang idola kalian itu …

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Barakallahu fikum ..
Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat.

_sumber : https://plus.google.com/u/0/+TasbihCantik

Senin, 19 Januari 2015

Siapa yang lebih menyayangimu ?


Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah.(Abul Hasan as-Sadzili).
Teman akrab atau sahabat adalah orang yang paling mengerti dengan diri kita, dikala kita pilu, gunda, atau kala kita tertawa bahagia. Ia selalu memberikan support terhadap apa yang kita impikan.

Shobat…pernah nggak punya teman yang selalu melarang-larang kita, suka ikut campur urusan kita, atau bahkan suka sekali menegur apa yang kita lakukan. Hm… pokoknya menyebalkan bangat deh, pas kita lagi seneng-seneng ehh dianya datang dan kasih kita ceramah.
Iyah… ngasih ceramah yang super paaaanjaaaang bangat. Teman dekat dan sahabat kita fine-fine aja, kenapa dianya terlalu sibuk ngurusin urusan orang. Gini salah, gitu pula salah. Setiap ada dia  terasa menjengkelkan. Dan menjadi musuh bagi kita.

Shobat… namaku hilmi, dulu aku benci bangat sama teman kelasku yang namanya Hasnah. Dia tuh selalu nyuruh aku pakai jilbab, selalu nyuruh jangan main sama cowok, selalu ngajak aku ke pengajian saat aku lagi senang ngumpul sama teman-teman aku. Siapa coba yang nggak iilfeel ke dia. Teman-temanku yang lain aja nggak masalah dengan rambut panjangku, kenapa ngurus-nguru aku agar pakai jilbab. teman-teman cowokku juga pada baik semua, kenapa nyuruh-nyuruh aku jangan berteman sama mereka. trus aku lagi senang-senang ngumpul ehhh, di ajak ke pengajian. Kayak nggak bisa lihat orang senang aja.

Hahaha… kalau aku ingat kisah itu rasanya lucu yah shobat. itu semua ku lakukan karena aku belum tahu tentang islam. Tapi sekarang aku tahu alasan Hasna kenapa dulu ia sering menegurku, dan memberikan nasihat. Dia yang dulu ku anggap sebagai benalu yang selalu mengganggu kesenanganku, dia yang dulu ku anggap parasit yang ingin ku musnahkan padahal adalah cahaya yang berusaha menerangiku dan menginginkan agar diriku berubah menjadi lebih baik.

Kini ku tahu alasan kenapa Hasna dulu menyuruhku untuk berjilbab, kini ku tahu alasan kenapa dulu Hasna melarangku untuk jalan sama cowok, karena semua itu adalah perintah dan larangan yang ada dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan sekarang alhamdulillah akupun tahu kenapa dulu Hasna sering mengajakku ke pengajian. Hal itu Tidak lain adalah karena ia menginginkan agar hidayah itu cepat aku dapatkan.

Shobat… sahabat atau teman dekat yang selalu bersama kita dan selalu mengerti kita tak selamanya mendekatkan kita pada kebaikan. justru kadang ia hanya membuat kita semakin jauh pada sang Robb. Lihat aja zaman sekarang. Sahabatan tapi saling ngajak minum-minum minuman keras bersama, nongkrong-nongkrong bersama di tempat-tempat yang kurang bermanfaat. Semua itu kan hanya merusak diri kita. Apakah itu yang dinamakan sahabat ?

Seharusnya sahabat itu saling menjaga, dan saling menyayangi, bukan hanya saling memahami namun menjerumuskan kita. bukan hanya saling mengerti tetapi menjauhkan kita pada Hidayah-Nya. Namun sahabat yang baik adalah mereka yang selalu mengajak kita pada kebaikan. Kata-katanya selalu ada ilmu yang membuat kita ingat pada sang Khalik.

Shobat.. jika ada teman kita yang selalu menegur kita, itu adalah tanda sayangnya kepada kita. Ia menginginkan agar kita bersama-sama berubah menjadi lebih baik. So… janganlah membencinya. Karena bisa saja seorang teman yang selalu mengerti kita adalah mereka yang menutupi kita pada hidayah Allah namun mereka yang kita anggap sebagai Musuh dan pengganggu sebaliknya bisa saja membuat kita menemukan hidayah untuk lebih dekat pada sang maha Pengampun.

 “boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Q.S.Al-Baqarah:216)